Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos BCA (BBCA) Borong Saham Rp2,1 Miliar Saat Pasar Bergejolak

        Bos BCA (BBCA) Borong Saham Rp2,1 Miliar Saat Pasar Bergejolak Kredit Foto: BCA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di saat pasar saham tengah bergejolak, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Lianawaty Suwono tercatat menambah kepemilikannya. Ia tercatat memborong 300.000 saham BBCA pada 28 Januari 2026, ketika harga saham perseroan sedang tertekan di level Rp7.025 per saham. Dari transaksi tersebut, nilai dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp2,1 miliar.

        “Tujuan transaksi adalah untuk investasi, dengan status kepemilikan saham secara langsung,” kata manajemen dalam keterbukaan informasi. 

        Dengan adanya transaksi ini, porsi kepemilikan saham Lianawaty meningkat menjadi 3.140.417 saham atau setara 0,0025 persen. Sebelumnya, ia tercatat menggenggam 2.840.417 saham BBCA atau sekitar 0,0023 persen.

        Baca Juga: Free Float Saham Naik ke 15%! BEI Pilih Bertahap Untuk Emiten Lama, IPO Langsung Berlaku

        Aksi beli tersebut terjadi di tengah tekanan pasar yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami pembekuan perdagangan atau trading halt selama dua hari berturut-turut pada 28 dan 29 Januari 2026, setelah anjlok lebih dari 8 persen. Tekanan itu dipicu oleh sorotan pengelola indeks MSCI terhadap aspek free float saham di Indonesia.

        Sejalan dengan gejolak pasar, saham BBCA juga ikut terkoreksi. Pada Rabu (28/1/2026), saham bank swasta terbesar di Tanah Air ini melemah 6,33 persen ke Rp7.025.

        Baca Juga: Bakal Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Jamin Independensi BEI Tetap Terjaga

        Namun, tekanan tersebut tak berlangsung lama. Saham BBCA berhasil bangkit dengan menguat 2,49 persen ke Rp7.200 pada Kamis (29/1/2026), lalu melanjutkan penguatan 2,78 persen ke level Rp7.400 pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026).

        Meski begitu, jika ditarik dalam sebulan, sahamnya ambruk 7,79 persen dan merosot tajam 13,95 persen sepanjang tiga bulan terakhir. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: