Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Hari Ini Masih Dibuka Lesu Usai OJK-BEI Gelar Pertemuan dengan MSCI

        IHSG Hari Ini Masih Dibuka Lesu Usai OJK-BEI Gelar Pertemuan dengan MSCI Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.888,77 pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Hal ini terjadi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar pertemuan secara virtual dengan pengelola indeks MSCI pada Senin (2/2) sore.

        Berdasarkan data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih turun 22,38 poin atau setara 0,27% ke level 7.900,34. Sebanyak 339 saham menanjak, 203 saham merosot dan 147 saham lainnya stagnan. 

        Per pagi hari ini, IHSG sudah memperjualbelikan 3,19 miliar lembar saham dengan frekuensi 192.253 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,97 triliun. 

        Baca Juga: IHSG Anjlok Jadi Sorotan Dunia: Situasinya Makin Gelap

        PT Pakuan Tbk (UANG) menjadi top losers dengan koreksi 14,97% ke level Rp3.010. Disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang ambruk 14,97% ke Rp142 dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang anjlok 14,96% ke Rp398. 

        Di jajaran top gainers ada PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) yang loncat 32% ke Rp264, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) yang melesat 31,91% ke Rp248 dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang melejit 25% menjadi Rp2.800.

        Baca Juga: IHSG Ambles Hampir 5%, Purbaya: Saya Akan Serok di Bawah

        Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi menyampaikan pihaknya telah mengajukan proposal yang pada prinsipnya menjawab seluruh isu utama yang menjadi perhatian MSCI.

        “Secara umum hari ini yang dilakukan adalah OJK bersama Bursa dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan concern dan isu yang terkait dua hal utama tadi,” ucap Hasan, dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (2/2). 

        Proposal pertama menyangkut perluasan pengungkapan kepemilikan saham, termasuk untuk pemegang saham dengan porsi kecil.

        “Kami sudah memiliki rencana untuk melakukan pemenuhan atas semua isu yang terkait, yaitu terkait dengan disclosure atas kepemilikan pemegang saham dengan porsi di bawah 5% yang kita komitkan untuk dapat dilakukan untuk kepemilikan saham di atas bahkan 1%,” ujarnya.

        Baca Juga: Sengatan MSCI Berlanjut, Nomura Ikut Turunkan Peringkat Saham RI

        Selain itu, OJK juga akan memperinci klasifikasi investor dalam sistem KSEI guna meningkatkan kredibilitas data kepemilikan.

        “Yang kedua, kita akan menghadirkan granularity atau lebih merinci klasifikasi investor pada data yang selama ini dilakukan pengelolaannya di KSEI. Saat ini terbatas hanya di sembilan tipe investor utama, tapi nanti akan dirinci menjadi 27 subtipe investor,” kata Hasan.

        Dari sisi likuiditas, OJK mengusulkan kenaikan batas minimum free float saham emiten.

        “Kami juga sudah menyampaikan proposal terkait rencana kenaikan free float dari pengaturan saat ini di minimum 7,5% menjadi 15% yang tentu pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: