Presiden Maduro Diculik, China Nyatakan Dukungan kepada Venezuela
Kredit Foto: Reuters/Paul Yeung
Pemerintah China menyatakan dukungannya kepada Venezuela dalam hal melindungi kedaulatannya dari intervensi negara lain.
Hal itu dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menanggapi peristiwa penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) sekaligus Presiden AS Donald Trump menurukan militernya.
"Tindakan itu secara serius melanggar hukum internasional dan melangkahi kedaulatan Venezuela, membahayakan perdamaian. China secara tegas menolak hal itu," kata Lin Jian.
Baca Juga: Trump Semakin Ugal-Ugalan, Ingin Permanenkan Kehadiran CIA di Venezuela
Lin menambahkan bahwa China akan bekerja sama dengan komunitas internasional dan secara tegas membela tujuan dan prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai prinsip-prinsip dasar keadilan dan kesetaraan internasional.
Sebelumnya, pada 3 Januari 2026, militer AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela, termasuk serangan udara dan operasi pasukan khusus Delta Force dan berujung pada aksi penangkapan dan penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores dan kemudian diterbangkan ke AS.
Pemerintah AS menyatakan operasi ini telah berhasil dan dapat mengendalikan Venezuela. Presiden AS Donald Trump beralasan operasi militer itu sebagai bentuk penegakan hukum terhadap Venezuela yang melakukan tindak kriminal internasional, yaitu narco-terorisme dan perdagangan narkotika dan ancaman keamanan nasional.
Aksi Trump itu langsung mendapat kecaman dan reaksi keras dari dunia internasional, seperti sekutu Rusia menyebutnya pelanggaran serius atas hukum internasional, sedangkan PBB memperingatkan ini bisa menciptakan preseden berbahaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: