Bocoran Harga Samsung Galaxy S26: Rumor Kenaikan Signifikan hingga Rp46 Juta
Kredit Foto: Samsung
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar Samsung yang menantikan kehadiran lini Galaxy S26.
Bocoran terbaru dari informan industri, Arsène Lupin (MysteryLupin), mengindikasikan adanya potensi kenaikan harga mencapai 30 hingga 40 persen untuk model tertentu.
Kenaikan ini diduga dipicu oleh lonjakan biaya komponen inti, terutama pada modul RAM LPDDR5X dan memori penyimpanan NAND flash yang harganya meningkat tajam sejak akhir 2025.
Berdasarkan kurs Euro terhadap Rupiah per Februari 2026 (estimasi Rp19.773/EUR), harga varian standar Galaxy S26 dengan penyimpanan 256 GB diprediksi akan menyentuh angka Rp23,7 juta.
Sebagai perbandingan, harga ini jauh lebih tinggi daripada harga peluncuran model dasar pada seri sebelumnya.
Kenaikan paling mencolok terlihat pada varian tertinggi, Galaxy S26 Ultra.
Versi dengan penyimpanan 1 TB dikabarkan akan dibanderol seharga €2.329 atau setara Rp46 juta, sebuah angka yang memecahkan rekor harga ponsel flagship Samsung sejauh ini.
Selisih harga untuk model Ultra ini diperkirakan mencapai Rp8,8 juta lebih mahal dibandingkan pendahulunya, Galaxy S25 Ultra.
Berikut adalah draf daftar harga Galaxy S26 Series berdasarkan konversi kurs saat ini:
- Galaxy S26 (12/256 GB): Rp23.707.827
- Galaxy S26 (12/512 GB): Rp28.255.617
- Galaxy S26+ (12/256 GB): Rp29.639.727
- Galaxy S26+ (12/512 GB): Rp34.187.517
- Galaxy S26 Ultra (12/256 GB): Rp34.385.247
- Galaxy S26 Ultra (12/512 GB): Rp38.933.037
- Galaxy S26 Ultra (12/1 TB): Rp46.051.317
Meskipun bocoran harga ini terlihat sangat tinggi, perlu dicatat bahwa kebijakan harga Samsung sering kali bervariasi antarwilayah.
Baca Juga: Galaxy S27 Dirumorkan Pakai Titanium, Calon HP Samsung Paling Mewah?
Di pasar Amerika Serikat, Samsung dikabarkan masih berupaya menahan harga agar tetap kompetitif.
Namun, bagi pasar Eropa dan Asia, termasuk Indonesia, tren kenaikan biaya produksi dan fluktuasi nilai tukar mata uang diprediksi tetap akan memberikan tekanan pada harga ritel saat peluncuran resmi yang diperkirakan jatuh pada akhir Februari atau awal Maret 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: