Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Ungkap Realisasi Penerimaan Negara Tembus Rp172,7 Triliun

        Purbaya Ungkap Realisasi Penerimaan Negara Tembus Rp172,7 Triliun Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi penerimaan negara mencapai Rp 172,7 triliun per 31 Januari 2026. Angka tersebut tumbuh 9,8 persen dari penerimaan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp157,3 triliun.

        Capaian penerimaan negara tersebut setara dengan dengan 5,5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp 3.153,6 triliun.

        “Alhamdulilah hingga 31 Jan 2026, realisasi penerimaan negara 172,7 T atau tumbuh 9,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” kata Purbaya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

        Baca Juga: Purbaya Optimis Penerimaan Pajak ke Depan Akan Membaik

        Ia menjelaskan, tingginya pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari ditopang oleh kenaikan penerimaan pajak secara bruto sebesar 7 persen serta penurunan signifikan restitusi pajak hingga 23 persen (yoy). Menurutnya, seluruh jenis pajak mencatatkan pertumbuhan positif secara neto.

        “Gambaran penerimaan pajak Januari menunjukkan adanya pembalikan arah, sehingga pendapatan negara tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

        Purbaya mengatakan, penerimaan pajak per 31 Januari 2026 mencapai Rp 116,2 triliun atau 4,9 persen terhadap APBN yang sebesar Rp 2.357,7 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 30,8 persen yoy. 

        Sementara itu, penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp 22,6 triliun atau 6,7 persen dari APBN sebesar Rp 336 triliun dengan penurunan atau kontraksi 14 persen secara yoy.

        “Penerimaan Bea dan Cukai kontraksi 14 persen, penurunan dipengaruhi lonjakan impor tarif 0 persen sebesar 29 persen dan penurunan harga CPO (Crude Palm Oil) dari USD 1.059 per metrik ton jadi USD 916 per metrik ton atau terkoreksi 13,5 persen,” terangnya.

        Baca Juga: Purbaya Klaim Bisa Bikin Rupiah Menguat ke Rp15.000 Jika di Posisi BI

        Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp33,9 triliun atau 7,4 persen dari target APBN. Angka ini turun 19,7 persen secara tahunan.

        Purbaya mengatakan, penyebab penurunan PNBP karena tidak adanya penerimaan dividen perbankan sebesar Rp 10 triliun seperti tahun sebelumnya.

        “Gambaran penerimaan pajak Januari menggambarkan kelihatan pembalikan arah sedang terjadi sehingga pendapatan negara tumbuh dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: