Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK: Pemangkasan Outlook Moody’s Tak Goyahkan Fundamental

        OJK: Pemangkasan Outlook Moody’s Tak Goyahkan Fundamental Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons keputusan Moody’s Investors Service yang memangkas outlook Sovereign Credit Rating Indonesia dari Stabil menjadi Negatif, meski mempertahankan peringkat kredit pada level Baa2. OJK menilai keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian global, namun tidak mengubah penilaian atas fundamental ekonomi nasional yang dinilai tetap solid.

        Dalam pernyataan resminya, OJK menegaskan afirmasi peringkat Baa2 menunjukkan ketahanan perekonomian Indonesia masih terjaga, ditopang pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, kerangka kebijakan makro yang disiplin, serta stabilitas sektor jasa keuangan di tengah tekanan global.

        Moody’s sebelumnya menyebut perekonomian Indonesia tetap resilien berkat kekuatan struktural serta kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, meskipun risiko eksternal meningkat dan tercermin dalam perubahan outlook menjadi Negatif.

        Baca Juga: OJK Siapkan Benteng Keuangan Hadapi Geopolitik Global

        Sejalan dengan penilaian tersebut, OJK merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11 persen sepanjang 2025, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi bantalan utama dalam menghadapi ketidakpastian jangka pendek yang menjadi dasar penyesuaian outlook oleh lembaga pemeringkat.

        OJK menyatakan prospek perekonomian nasional tetap terjaga dengan dukungan permintaan domestik yang solid, stabilitas sektor keuangan, serta kesinambungan agenda reformasi struktural. Kontribusi sektor jasa keuangan disebut tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan.

        Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan komitmen otoritas dalam merespons dinamika global dan menjaga kepercayaan pasar.

        Baca Juga: OJK Cermati Pasar Usai Outlook Negatif Moody’s

        “Ke depan, OJK akan secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, serta pendalaman pasar keuangan secara terukur. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor," ujar Friderica.

        OJK menilai posisi Indonesia yang tetap berada pada level investment grade dan relatif lebih baik dibandingkan negara sekelasnya mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional dalam merespons tekanan eksternal.

        Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK menyatakan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta memastikan dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang tetap berjalan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: