Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed, Begini Proyeksi Nilai Tukar Dolar AS

        Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed, Begini Proyeksi Nilai Tukar Dolar AS Kredit Foto: Antara/Putu Indah Savitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dolar Amerika Serikat (AS) melemah dari posisi tertinggi dua pekan pada perdagangan di Jumat (6/2). Investor tengah mengurangi aset safe haven dan kembali memburu aset berisiko dari Negeri Paman Sam.

        Dikutip dari Reuters, Indeks Dolar, yang mengukur kinerja mata uang dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,34% ke 97,6. Meski begitu, indeks tersebut masih mencatat kenaikan sepanjang pekan dan berada dalam jalur penguatan mingguan terbesar sejak Januari 2026.

        Baca Juga: Kevin Warsh Berpotensi Pangkas Suku Bunga Dolar AS Hingga 100 bps!

        Penguatan dolar sepanjang pekan ini tetap didukung oleh data ekonomi yang menunjukkan sentimen konsumen membaik pada Februari. Namun kekhawatiran terkait pasar tenaga kerja dan kenaikan biaya hidup masih membayangi pasar dari AS.

        Kevin Warsh sebelumnya didorong menjadi Ketua Federal Reserve (The Fed). Warsh dinilai bukan pendukung kuat pemangkasan suku bunga secara agresif, sehingga memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

        Adapun Wakil Ketua Federal Reserve, Philip Jefferson menyatakan dirinya cukup optimistis terhadap prospek ekonomi 2026. Ia memperkirakan pertumbuhan sedikit di atas tren, pasar tenaga kerja yang stabil serta inflasi yang terus bergerak menuju target 2%.

        Namun, Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly menilai kondisi ekonomi saat ini berada dalam posisi yang rentan.

        Sementara Kepala Riset Pasar Global StoneX, Matt Weller mengatakan pasar mulai meragukan optimisme dari The Fed. Ia menilai jika laporan ketenagakerjaan mengonfirmasi pelemahan pasar tenaga kerja, peluang pemangkasan suku bunga pada bulan depan bisa kembali terbuka.

        Baca Juga: Istana Bantah Isu Soal Tukar Guling Wamenkeu dengan Deputi Gubernur BI

        Investor sendiri kini menanti rilis tertunda laporan nonfarm payrolls (NFP) untuk Januari. Sejumlah indikator tenaga kerja terbaru menunjukkan ekonomi terbesar dunia mulai kehilangan momentum, mendorong pelaku pasar meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga pada paruh pertama tahun ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: