Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Bilang Begini ke BEI

        Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Bilang Begini ke BEI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Sarawati Griya Lestari Tbk (HOTL) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait status saham Perseroan yang saat ini masuk dalam daftar emiten berpotensi delisting.

        Dalam suratnya, manajemen HOTL menegaskan komitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada BEI di tengah proses perbaikan yang masih berjalan.

        "Sehubungan dengan status saham Perseroan yang saat ini termasuk dalam daftar emiten berpotensi delisting, bersama ini kami menyampaikan penjelasan serta komitmen Perseroan dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Bursa Efek Indonesia," kata Direktur Utama HOTL, Tubagus Yudi Yuniardi.

        Ia menjelaskan bahwa perseroan telah dan sedang melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk upaya pemenuhan kewajiban penyampaian Laporan Tahunan 2024. Namun hingga kini, proses penyelesaian laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 masih menemui kendala.

        Baca Juga: IHSG Diramal Melemah Terbatas, Intip Rekomendasikan Saham Pekan Ini

        "Hal ini disebabkan oleh belum diterbitkannya Surat Tanda Terdaftar (STTD) KAP Jonnardi, Jamaludin, Sukimto & Rekan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang saat ini masih dalam proses penyelesaian (sesuai dengan surat pejelasan dari Auditor terlampir)," jelas Tubagus.

        Perseroan menyatakan akan segera menyampaikan Laporan Tahunan 2024 kepada BEI setelah proses penerbitan STTD auditor tersebut rampung. Manajemen juga menegaskan komitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan di bidang pasar modal.

        "Melalui surat ini, Perseroan berharap penjelasan yang disampaikan dapat menjadi perhatian dan pertimbangan Bursa, serta menegaskan iktikad baik Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban sebagai perusahaan tercatat," tutup Tubagus. 

        Baca Juga: BEI Tak Main-main, Emiten Abai Free Float 15% Terancam Delisting

        Sebelumnya, BEI telah melakukan suspensi terhadap saham HOTL di seluruh pasar sejak perdagangan pada 26 September 2022 akibat adanya ketidakpastian atas kelangsungan usaha. Perseroan juga saat ini disematkan notasi khusus M, L, Y, dan X. 

        Saraswati Griya Lestari sendiri mengoperasikan sejumlah hotel di Magelang (Borobudur), Bali, dan Jakarta. Beberapa properti yang dikelola antara lain Hotel Anantara Uluwatu Bali, Hotel Westin Ubud, Hotel Best Western Kuta, serta Hotel Saraswati Borobudur.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: