Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Emas Dunia Hari Ini (11/2) Naik, Efek Turunnya Yield Obligasi AS

        Harga Emas Dunia Hari Ini (11/2) Naik, Efek Turunnya Yield Obligasi AS Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dan perak menguat pada perdagangan di Rabu (11/2). Hal ini terjadi menyusul penurunan imbal hasil obligasi pemerintah dari Amerika Serikat (AS). 

        Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,3% ke US$5.038,73. Emas berjangka menguat 0,6% ke US$5.060,60. Sementara itu, harga perak spot melonjak 1% ke US$81,49.

        Baca Juga: Paling Murah Rp1,56 Juta, Simak Daftar Terbaru Harga Emas Pegadaian Hari Ini

        Logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan. Harga platinum spot naik 0,6% ke US$2.098,78. Sedangkan palladium menguat 0,2% ke US$1.712,25.

        Pelemahan yield obligasi terjadi setelah serangkaian data ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Penurunan yield terjadi menyusul data penjualan ritel terbaru yang stagnan, mengindikasikan pelemahan ekonomi menjelang rilis data ketenagakerjaan utama.

        Data yang mengecewakan itu dinilai memberi ruang lebih besar untuk pemangkasan suku bunga dari Federal Reserve(The Fed). Turunnya yield menurunkan biaya peluang kepemilikan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga mendukung kenaikan harga emas dan perak.

        Data menunjukkan penjualan ritel secara tak terduga tidak berubah pada Desember. Rumah tangga mengurangi belanja kendaraan bermotor dan barang bernilai besar lainnya, hal itu berpotensi membawa konsumsi dan pertumbuhan ekonomi ke jalur yang lebih lambat memasuki awal tahun.

        Namun Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bank sentral tidak menghadapi urgensi untuk mengubah kebijakan suku bunga tahun ini. Ia menyebut prospek ekonomi masih cukup optimistis secara hati-hati.

        Investor  saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar dua puluh lima basis poin pada 2026. Pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni. Lingkungan suku bunga rendah secara historis cenderung menguntungkan aset lindung nilai seperti emas.

        Baca Juga: Anak Usaha EMAS Teken Transaksi Rp9,84 Triliun, Dukung Operasional Tambang Emas Pani

        Investor juga menantikan rilis laporan nonfarm payrolls untuk bulan lalu yang dijadwalkan keluar hari ini, serta data inflasi pada Jumat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: