- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Gandeng Tripatra, Pupuk Kaltim Selesaikan Revitalisasi Pabrik Amonia Tertua di Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
PT Tripatra Engineers and Constructors (Tripatra) berhasil mendampingi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam menyelesaikan proyek peremajaan pabrik amonia tertua di Indonesia, yaitu Revamping Ammonia Pabrik-2.
Proyek ini merupakan bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional yang digagas Pupuk Indonesia Group, dan menjadi tonggak penting baik bagi Indonesia maupun Tripatra karena tingkat kompleksitasnya yang tinggi.
Pabrik yang telah beroperasi sejak 1984 ini selama ini menjadi salah satu penyangga utama produksi pupuk nasional.
Presiden Direktur & CEO Tripatra, Raymond Naldi Rasfuldi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia.
“Keterlibatan Tripatra dalam proyek ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung Pupuk Kaltim menjalankan program revitalisasi industri pupuk nasional guna memperkuat ketahanan pangan. Melalui penerapan solusi rekayasa terintegrasi yang meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi karbon dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, kami turut berkontribusi pada agenda Pemerintah Indonesia menuju target Net Zero Emissions 2060,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk memodernisasi fasilitas, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi energi secara signifikan.
Berkat pembaruan teknologi dan penerapan sistem kontrol digital melalui Distributed Control System (DCS), konsumsi gas berhasil diturunkan hingga 4 MMBtu per ton amonia, atau lebih dari 10% dari kondisi sebelumnya. Selain itu, proyek ini juga berhasil mengurangi emisi karbon hingga sekitar 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa proyek ini adalah langkah strategis dalam upaya meningkatkan efisiensi energi, mengurangi jejak karbon, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menekankan bahwa proyek ini dikerjakan oleh kontraktor lokal, yaitu Tripatra, dengan melibatkan tenaga kerja dalam negeri, sekaligus menyesuaikan dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan rekam jejak lebih dari lima dekade, Tripatra terus mengembangkan layanannya, termasuk melalui unit bisnis solusi aset dan pengadaan, untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: