Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BCA Dukung Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Berkelanjutan

        BCA Dukung Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Berkelanjutan Kredit Foto: Antara/Muhammad Mada
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan dukungannya terhadap pengembangan desa wisata berbasis ekonomi berkelanjutan melalui program Bakti BCA.

        Salah satu contohnya adalah Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara merupakan masuk dalam 28 desa binaan Bakti BCA (Desa Bakti BCA).

        Baca Juga: BCA Permudah Akses KPR dan Hadirkan Berbagai Penawaran Menarik

        Melalui program ini, Bakti BCA memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan atraksi wisata, pengelolaan layanan, pembekalan literasi keuangan, perluasan akses pasar, hingga pemberdayaan UMKM lokal.

        “Pariwisata lokal di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai destinasi unggulan. Tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi, budaya, dan keberlanjutan bagi masyarakat. Melalui pembinaan Bakti BCA, kami berharap dapat memperkuat kapasitas serta membuka ruang kemajuan bagi desa-desa wisata,” EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, dikutip dari siaran pers BCA, Rabu (11/2).

        Dalam kesempatan ini, Hera juga mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar), Ni Luh Enik Ermawati di BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (6/2/2026). 

        Dirinya mengatakan kehadiran Wamenpar merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata di Indonesia. 

        Sementara itu, Wamenpar mengaku sangat senang bisa menikmati semua atraksi yang ada di acara BCA Expoversary 2026 ini.

        “Pameran seperti ini penting karena menghubungkan wisatawan dengan beragam produk dan destinasi pariwisata. Ini juga mendukung pengembangan berkelanjutan sektor pariwisata Indonesia,” katanya.

        Usai disambut secara simbolis di booth Bakti BCA, Wamenpar Ni Luh Puspa langsung mengunjungi booth Wastra Warna Alam. Ia berbincang langsung dengan Diana Kalera Lena yang merupakan penenun asli Sumba. Diana memiliki peran penting dalam kolaborasi antara komunitas penenun di tempat tinggalnya dengan Bakti BCA. Ia merupakan penenun pertama dari komunitasnya yang bergabung dengan program pelatihan wastra warna alam, kemudian mengajak 13 orang dari desanya untuk turut serta program itu.

        Usai berbincang dengan Diana, Wamenpar Ni Luh Puspa mampir ke beberapa booth lagi seperti ke booth Kampung Batik Gemah Sumilir dan booth Desa Wisata Kampung Pra Ijing/Tebara. Di booth yang disebutkan terakhir, Ni Luh Puspa antusias ikut menari bersama masyarakat adat Sumba. Tarian yang diikuti adalah Tari Kagoro Kana Alu atau Tari Rangkak Alu yang legendaris di Nusa Tenggara Timur.

        Ni Luh Puspa berharap hadirnya pameran semacam ini mampu menambah daya tarik pariwisata Indonesia. Ia juga mengatakan untuk membangun sektor pariwisata yang kompetitif itu perlu sinergi yang kuat antara pemerintah, industri, dan masyarakat. “Adanya sinergi ini harapannya bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ni Luh Puspa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: