Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menko AHY Tegaskan SDM Sebagai Aset Terbesar Indonesia

        Menko AHY Tegaskan SDM Sebagai Aset Terbesar Indonesia Kredit Foto: Demokrat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terbesar bagi Indonesia.

        Hal tersebut disampaikan Menko AHY pada acara Wisuda ke-182 Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang digelar di Kampus Indralaya, Sumatra Selatan, Rabu (11/2/2026).

        Baca Juga: AS Rilis Sejumlah Data Ekonomi, Begini Pergerakan Harga Emas Global Hari Ini (12/2)

        “Aset terbesar yang kita miliki bukan sumber daya alam. Dalam jangka panjang, yang paling penting adalah sumber daya manusianya,” ujar Menko AHY, dikutip dari siaran pers Kemenko Infra, Kamis (12/2).

        Ia juga mengingatkan pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.

        “Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal beton, baja, atau aspal. Kita ingin memastikan setiap proyek infrastruktur benar-benar meningkatkan kualitas hidup manusia,” tambah Menko AHY.

        Sebagai penutup, Menko AHY mengajak para wisudawan memulai optimisme dari diri sendiri, mempersiapkan kompetensi dan integritas, serta berani menghadapi masa depan dengan keyakinan.

        The world may be unstable, the future may be unclear. But optimism gives direction, courage, and strength for all of us,” tutup Menko AHY.

        Usai acara wisuda, Menko AHY menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan sivitas akademika Universitas Sriwijaya atas undangan dan kesempatan berdialog langsung dengan para wisudawan. 

        Menurutnya, momentum wisuda tidak hanya menandai capaian akademik, tetapi juga menjadi titik awal tanggung jawab generasi muda dalam mengambil peran strategis bagi pembangunan bangsa.

        “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor dan segenap keluarga besar Universitas Sriwijaya yang telah mengundang saya secara khusus untuk berbicara di hadapan para wisudawan dalam Wisuda ke-182 Universitas Sriwijaya di Kampus Indralaya hari ini,” ujar Menko AHY.

        Dalam keterangannya kepada awak media, Menko AHY menuturkan pemerintah menaruh harapan besar kepada para lulusan Unsri, baik jenjang sarjana, magister, maupun doktor, agar mampu memanfaatkan pendidikan yang telah ditempuh untuk menghadapi peluang dan tantangan nyata di masa depan. Ia menilai kesiapan generasi muda menjadi kunci di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

        “Kita semua tentu mendoakan sekaligus memiliki harapan agar para wisudawan dan wisudawati, dari berbagai fakultas dan jenjang pendidikan, benar-benar siap menghadapi peluang dan tantangan, baik hari ini maupun di masa depan,” kata Menko AHY.

        Menko AHY menjelaskan ketidakpastian global, mulai dari geopolitik, keamanan, ekonomi, hingga krisis iklim dan keterbatasan sumber daya, menuntut Indonesia memiliki kesiapan dan kemandirian yang lebih kuat. Dalam konteks tersebut, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

        “Tulang punggung kemandirian dan kemajuan bangsa adalah sumber daya manusia yang unggul. Universitas Sriwijaya telah berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas dan daya saing,” tutur Menko AHY.

        Ia juga menegaskan pembangunan infrastruktur ke depan harus dirancang lebih berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

        “Pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

        Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia akademik dalam perumusan kebijakan. Menurutnya, kebijakan yang baik lahir dari data, riset, serta pemanfaatan sains dan teknologi.

        “Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang berbasis data dan sains teknologi. Karena itu, kami siap membuka dan memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik, termasuk Universitas Sriwijaya, untuk mendukung program-program pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan,” pungkas Menko AHY.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: