Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ramadan dan Lebaran Dongkrak Ekonomi Kuartal I, Ekonom Ingatkan Kuartal II Butuh Belanja Pemerintah

        Ramadan dan Lebaran Dongkrak Ekonomi Kuartal I, Ekonom Ingatkan Kuartal II Butuh Belanja Pemerintah Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Chief Economist Permata BankJosua Pardede menilai faktor musiman seperti Ramadan, Lebaran, pembagian tunjangan hari raya (THR), dan Tahun Baru Imlek menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I tahun ini. Peningkatan konsumsi masyarakat pada periode tersebut dinilai memberi bantalan awal bagi pertumbuhan ekonomi tahunan.

        Ia menyebutkan, pembayaran THR dan momen hari besar keagamaan secara historis mendorong peningkatan belanja masyarakat.

        Seasonal factor-nya ya masih. Kalau di kuartal I kan memang kita melihatnya bahwa ada seasonal factor, ada festive season. Ada Ramadan, Lebaran, lalu juga ada pembagian THR. Jadi tentunya daya beli ataupun peningkatan spendingmasyarakat cenderung meningkat pada saat adanya pembayaran THR,” ujar Josua, dalam acara Membaca Masa Depan Properti Indonesia: Transisi Pasar dan Peluang 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

        Baca Juga: Gonjang-ganjing Ekonomi Jadi Sorotan, Airlangga Beberkan Data ke Prabowo

        Menurut Josua, lonjakan konsumsi rumah tangga pada kuartal I menjadi salah satu faktor utama yang menopang kinerja ekonomi di awal tahun. Namun, ia menegaskan bahwa dorongan tersebut bersifat sementara dan tidak dapat menjadi satu-satunya penopang pertumbuhan sepanjang tahun.

        Memasuki kuartal II, Josua menilai percepatan belanja pemerintah menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Ia menyatakan, tanpa dukungan belanja negara, pertumbuhan berisiko terlalu bergantung pada faktor musiman.

        “Di kuartal II tentunya ini menjadi salah satu harapan kita semua adalah bagaimana percepatan dari spending pemerintah. Karena tidak mungkin pemerintah hanya mengandalkan pada seasonal factor saja,” katanya.

        Ia menambahkan, pelaksanaan program prioritas pemerintah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan memberi dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

        Baca Juga: Airlangga: Lebaran Dorong Mobilitas, Pariwisata, dan Pertumbuhan Ekonomi

        Selain konsumsi dan belanja pemerintah, Josua menekankan peran investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa peningkatan investasi berkontribusi langsung terhadap aktivitas industri dan penyerapan tenaga kerja.

        “Kalau investasinya berkembang, bertumbuh, tentu akan ada pertumbuhan industri, pertumbuhan usaha, dan penyerapan tenaga kerja,” ucapnya.

        Menurutnya, kombinasi konsumsi yang kuat, percepatan belanja pemerintah, dan pertumbuhan investasi menjadi faktor yang memengaruhi kinerja ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya.

        Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar 4,87%, yang bertepatan dengan periode Ramadan dan Lebaran. Pada kuartal II 2025, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,12%, didorong oleh penguatan konsumsi dan investasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: