Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Waspada Celah Malware di Notepad Windows 11, Microsoft Imbau User Segera Update

        Waspada Celah Malware di Notepad Windows 11, Microsoft Imbau User Segera Update Kredit Foto: Pixabay.com
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Microsoft resmi merilis pembaruan keamanan Patch Tuesday pekan ini untuk menutup 59 celah kerentanan pada sistem Windows, Office, hingga Azure. 

        Salah satu fokus utama perbaikan ini adalah aplikasi Notepad yang baru-baru ini mendapatkan fitur kecerdasan buatan (AI). 

        Celah keamanan berkode CVE-2026-20841 ditemukan pada Notepad yang memungkinkan terjadinya eksekusi kode jarak jauh (remote code execution) oleh penyerang.

        Kerentanan ini muncul akibat proses netralisasi yang tidak tepat pada perintah khusus di dalam Notepad. 

        Penyerang dapat memanfaatkan celah ini dengan menipu pengguna agar mengklik tautan berbahaya dalam file Markdown. 

        Jika berhasil, sistem dapat meluncurkan protokol tidak terverifikasi yang berpotensi memuat malware jarak jauh. 

        Hal ini memberikan penyerang akses penuh dengan izin yang sama seperti pengguna yang sedang masuk ke sistem.

        Microsoft mengklasifikasikan kerentanan pada Notepad tersebut dalam kategori penting meskipun belum ditemukan bukti eksploitasi aktif di dunia nyata. 

        Selain Notepad, pembaruan ini juga menutup enam celah keamanan lain yang sudah dieksploitasi aktif serta tiga kerentanan zero-day. 

        Sebanyak enam kerentanan dalam daftar pembaruan ini diberi label kritis karena dampaknya yang sangat besar terhadap keamanan data pengguna.

        Penambahan fitur AI pada Notepad dan aplikasi bawaan lain seperti Paint serta Photos terus menuai kritik dari pakar keamanan siber. 

        Baca Juga: Nvidia Konfirmasi Bug Grafis di Windows 11, Segera Hapus Update KB5074109 dengan Cara Ini

        Integrasi AI dianggap menambah risiko keamanan baru dan membuat aplikasi menjadi lebih lambat serta berat. 

        Meski demikian, Microsoft menegaskan bahwa pembaruan keamanan tetap menjadi prioritas utama untuk melindungi perangkat Windows dari ancaman siber yang terus berkembang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: