Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Imlek Tahun Kuda Api Jadi Momentum Penataan Keuangan

        Imlek Tahun Kuda Api Jadi Momentum Penataan Keuangan Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api 2026 mendorong perubahan pola berbagi dan pengelolaan keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Digitalisasi transaksi dan meningkatnya preferensi cashlessmembuat tradisi berbagi angpao bertransformasi, sekaligus menjadi momentum penataan keuangan di awal tahun.

        Perubahan tersebut tercermin dari meningkatnya adopsi angpao digital dan layanan keuangan berbasis aplikasi selama periode Imlek. Tradisi angpao tidak lagi terbatas pada pemberian uang tunai secara fisik, melainkan bergeser ke format digital yang dinilai lebih praktis dan fleksibel, sejalan dengan gaya hidup generasi digital.

        Head of Digital Business PT Bank Digital BCA Edwin Tirta menyatakan bahwa perayaan Imlek tetap menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berbagi dan menyusun ulang prioritas finansial.

        “Imlek adalah momen penuh makna yang identik dengan nilai kebersamaan. Melalui bluGift, kami ingin memastikan tradisi angpao tetap relevan di tengah gaya hidup digital,” ujar Edwin dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

        Baca Juga: Jelang Imlek, Generasi Sandwich Perlu Tahu 5 Pelajaran Finansial Ini

        Ia menjelaskan, angpao digital memungkinkan proses berbagi dilakukan lebih cepat tanpa menghilangkan makna simbolik. Penerima tidak diwajibkan memiliki rekening sebelumnya, sehingga proses distribusi dinilai lebih inklusif, termasuk bagi remaja yang mulai diperkenalkan pada pengelolaan keuangan sejak dini.

        Menurut Edwin, tren tersebut sejalan dengan karakter Tahun Kuda Api yang melambangkan energi, keberanian, dan langkah maju. Momentum Imlek dimanfaatkan tidak hanya untuk konsumsi musiman, tetapi juga sebagai titik refleksi dalam mengatur keuangan yang lebih terarah.

        Selain aspek berbagi, perayaan Imlek juga mendorong aktivitas konsumsi melalui berbagai program promosi. Selama periode Februari–Maret 2026, sejumlah insentif belanja dan transaksi disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

        Program promosi tersebut mencakup potongan harga dan cashback untuk transaksi ritel, kuliner, serta perjalanan. Insentif ini dinilai berkontribusi pada perputaran ekonomi jangka pendek sekaligus mendorong penggunaan instrumen pembayaran non-tunai.

        Dari sisi perilaku finansial, Imlek juga dipandang sebagai momentum awal tahun untuk membangun disiplin keuangan. Penggunaan layanan digital memungkinkan masyarakat memisahkan kebutuhan konsumsi, berbagi, dan perencanaan keuangan secara lebih terukur dalam satu ekosistem.

        Baca Juga: Kenapa Setiap Imlek Biasanya Turun Hujan?

        Edwin menambahkan, digitalisasi layanan keuangan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan tradisi, sembari menyesuaikannya dengan kebutuhan efisiensi dan pengelolaan keuangan modern.

        “Kami berharap layanan digital dapat mendukung masyarakat tidak hanya dalam berbagi di momen perayaan, tetapi juga dalam menyusun langkah finansial yang lebih bijak di awal tahun,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: