Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perminas–NEM Gandeng Danantara Garap Rare Earth Gabon, Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis RI

        Perminas–NEM Gandeng Danantara Garap Rare Earth Gabon, Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis RI Kredit Foto: Medco Energi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas menjalin kerja sama dengan perusahaan Kanada, New Energy Metals Holdings Ltd (NEM), untuk mengelola sumber daya niobium dan logam tanah jarang (rare earth) di Republik Gabon sekaligus memperkuat rantai nilai hilir di Indonesia.

        Kolaborasi ini mendapat dukungan langsung dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua perusahaan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat integrasi hulu–hilir, membangun rantai pasok rare earth, serta mengembangkan kegiatan eksplorasi, pemrosesan, hingga manufaktur lanjutan.

        Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan kemitraan ini merupakan bagian dari agenda hilirisasi pemerintah. Menurut dia, langkah tersebut juga ditujukan untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis, meningkatkan kapabilitas industri, serta mendorong manufaktur bernilai tambah melalui skema pembiayaan dan investasi strategis.

        “Fase pertumbuhan industri Indonesia berikutnya membutuhkan akses yang kuat terhadap input strategis serta kemampuan mengonversinya menjadi produk hilir berdaya saing global. Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis berorientasi masa depan,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

        MoU ini menetapkan kerangka evaluasi keterkaitan hulu-hilir, termasuk peluang menjadikan Indonesia sebagai platform pemrosesan, manufaktur, dan integrasi industri. Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan ketahanan pasok mineral kritis seperti niobium (Nb), neodymium (Nd), dan praseodymium (Pr).

        Baca Juga: BIM Gandeng Perminas Jalankan Pilot Proyek LTJ di Sulawesi Barat

        Mineral-mineral ini merupakan bahan utama magnet permanen berkinerja tinggi serta heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium. Material tersebut menjadi komponen penting bagi kendaraan listrik, elektrifikasi, energi terbarukan, hingga industri kedirgantaraan dan pertahanan.

        Presiden Direktur Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung target strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir. Ia menyebut MoU ini membuka jalur terstruktur untuk menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai tambah di hilir, selaras dengan prinsip tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang.

        Sebagai tindak lanjut, para pihak akan membentuk Joint Working Group untuk menjalankan program kolaborasi terstruktur, mulai dari pertukaran data, lokakarya, hingga asesmen komersial terpadu. Pengembangan juga mencakup pemisahan, pemurnian, produksi logam dan paduan, serta manufaktur magnet permanen di sepanjang rantai nilai rare earth.

        Di sisi pembiayaan, para pihak menyiapkan jalur negosiasi cepat terkait potensi investasi strategis, termasuk peluang partisipasi ekuitas maupun utang oleh Perminas dan Danantara di tambang Maboumine. Seluruh proses didukung oleh uji tuntas yang dipercepat.

        President New Energy Metals Holdings Ltd, Abduljabbar Alsayegh, menyambut positif kolaborasi tersebut. “Kami antusias bermitra dengan Perminas untuk membangun kolaborasi yang memperkuat sekaligus mendiversifikasi rantai pasok rare earth global yang krusial,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: