Negosiasi Tak Hasilkan Kesepakatan, Ancaman Perang Iran-Amerika Serikat (AS) Masih Terbuka
Kredit Foto: Istimewa
Iran dan Amerika Serikat (AS) belum mencapai kesepakatan dalam perundingan terkait ambisi nuklir dari Teheran. Namun kedua negara sudah mencapai kesepahaman atas sejumlah prinsip panduan utama untuk meredam ketegangan di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan perundingan baru-baru ini telah membuka peluang baru bagi tercapainya solusi yang berkelanjutan, selama hak-hak sahnya diakui sepenuhnya oleh Barat.
Baca Juga: Timur Tengah Berguncang, Ada Ambisi Israel di Balik Larangan Kepemilikan Senjata Nuklir Iran
“Berbagai gagasan telah diajukan dan dibahas secara serius. Pada akhirnya, kami berhasil mencapai kesepakatan umum atas beberapa prinsip panduan,” ujar Araqchi, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap pembahasan lanjutan dapat mengarah pada penyelesaian jangka panjang yang stabil terkait program nuklir negaranya.
Pejabat Amerika Serikat di sisi lain menyatakan bahwa terdapat kemajuan dalam perundingan terkait nuklir dari Iran. Teheran menurutnya akan menyampaikan proposal rinci dalam dua pekan ke depan guna mempersempit perbedaan pandangan yang masih tersisa dalam perundingan tersebut.
“Kemajuan memang telah dicapai, tetapi masih banyak rincian yang harus dibahas,” ujarnya.
Baca Juga: China Ikut Jadi 'Target' Rencana Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran
Meski demikian, ketegangan terkait isu nuklir masih tinggi menyusul adanya kemungkinan konflik militer dari Iran dan AS.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel pada tahun lalu melancarkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran. Washington dan Tel Aviv meyakini bahwa negara tersebut berupaya mengembangkan senjata nuklir yang dapat mengancam keberadaan dari Israel.
Baca Juga: China Tuntut Israel Minggat dari West Bank Palestina
Iran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai. Pihaknya juga membalas serangan dari kedua negara dengan membombardir wilayah dari Israel.
Terbaru, Trump dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran. Perencanaan kali ini dilaporkan jauh lebih kompleks dibandingkan operasi kedua negara yang sebelumnya menyasar fasilitas pengembangan nuklir dari Iran.
Baca Juga: AS Lagi Cari-cari Alasan, China Sebut Trump Ingin Perbanyak Kepemilikan Senjata Nuklir
Israel di sisi lain memaparkan syarat-syarat yang ia nilai mutlak harus dipenuhi dalam setiap kesepakatan dari Iran dan Amerika Serikat (AS). Tel Aviv menegaskan bahwa tak boleh ada pengembangan senjata nuklir yang dilakukan oleh Teheran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: