Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lunasi Utang, Saranacentral Bajatama (BAJA) Siapkan Rights Issue 1 Miliar Saham

        Lunasi Utang, Saranacentral Bajatama (BAJA) Siapkan Rights Issue 1 Miliar Saham Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Langkah ini ditempuh dalam rangka melunasi kewajiban Perseroan kepada pihak terafiliasi, PT Sarana Steel (SS).

        Saat ini, BAJA memiliki utang kepada SS sebesar USD20.600.000 beserta bunga terutang. Mengingat kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang fluktuatif, sementara mata uang fungsional Perseroan adalah rupiah, kedua pihak sepakat menetapkan kurs konversi tetap.

        "Perseroan dan SS berencana untuk menetapkan kurs konversi yang tetap atas utang tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi volatilitas besaran utang pokok dan utang bunga yang harus dibayarkan oleh Perseroan dalam mata uang Rupiah," kata manajemen.

        Mengacu pada Perjanjian Penyelesaian Utang, BAJA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru melalui PMHMETD I. Dana hasil aksi korporasi ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk melunasi utang pokok dan bunga kepada SS serta tambahan modal kerja Perseroan.

        Baca Juga: Mau Caplok 61,86% Saham Jungleland, Grup Bakrie (JGLE) Rancang Rights Issue Rp414 Miliar

        Dalam skemanya, SS akan mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan. Kewajiban penyetoran modal tersebut akan dikompensasikan dengan piutang atau hak tagih SS terhadap BAJA sebesar USD20.600.000 (tidak termasuk bunga). Sementara bunga pinjaman akan dibayarkan penuh menggunakan dana hasil rights issue.

        SS juga sepakat untuk tidak menghitung bunga pinjaman maupun melakukan penagihan sejak 19 Februari 2026 hingga proses konversi piutang menjadi saham rampung sesuai ketentuan.

        Untuk menentukan nilai piutang dalam rupiah yang akan dikompensasikan, kedua pihak menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2023. Dengan acuan tersebut, total piutang SS setara Rp445.337.828.479, yang terdiri dari utang pokok Rp317.569.600.000 dan bunga Rp127.768.228.479.

        Adapun jumlah final saham baru yang diterbitkan, harga pelaksanaan, serta rincian penggunaan dana akan dituangkan lebih lanjut dalam Prospektus PMHMETD I.

        Baca Juga: Emiten Hypermart (MPPA) Mau Rights Issue 24 Miliar Saham, Dananya Buat Ini

        Manajemen menegaskan, "Rencana PMHMETD I ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan fleksibilitas keuangan, menjaga keberlanjutan usaha dan mengundang investor-investor untuk dapat berpartisipasi dalam menginvestasikan modalnya dalam Perseroan sehingga akan memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan."

        Untuk merealisasikan rencana tersebut, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Selasa, 31 Maret 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: