Kredit Foto: Azka Elfriza
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat total klaim industri asuransi umum meningkat 4,1% menjadi Rp48,96 triliun pada kuartal IV 2025. Kenaikan tersebut didorong lonjakan klaim pada lini usaha asuransi penjaminan (suretyship) yang tumbuh 44,8% secara tahunan.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, total klaim industri tercatat Rp47,01 triliun. Data tersebut disampaikan AAUI dalam Konferensi Pers AAUI Triwulan IV 2025, Senin (23/2/2026).
Wakil Ketua Bidang Statistik dan Riset AAUI Trinita Situmeang mengatakan, pertumbuhan klaim dibayar masih terkendali dengan rasio klaim yang relatif stabil.
Baca Juga: Industri Asuransi Umum Tumbuh Terbatas, AAUI Siapkan Fondasi Baru Hadapi Tantangan 2026
“Untuk klaim dibayar secara pertumbuhan itu tumbuh sebesar 4,1% di mana rasio klaim dibayar yang tertinggi terjadi di asuransi penjaminan dengan kenaikan sebesar 44,8%,” ujar Trinita.
Selain penjaminan, kenaikan klaim juga berasal dari sejumlah lini usaha lain. Klaim asuransi tanggung gugat (liability) tumbuh 30,3%, disusul asuransi penerbangan (aviation) 22,3%, asuransi rekayasa (engineering) 19,0%, asuransi aneka (miscellaneous) 16,9%, asuransi kredit 16,5%, serta asuransi kecelakaan (accident) 16,0%.
AAUI mencatat rasio klaim dibayar industri secara umum masih berada di kisaran 43%, yang mencerminkan pengelolaan klaim relatif stabil di tengah peningkatan aktivitas usaha.
Dari sisi kontribusi premi, struktur pasar asuransi umum pada 2025 tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Premi terbesar masih berasal dari lini asuransi properti, diikuti asuransi kendaraan bermotor dan asuransi kredit.
Sementara itu, klaim reasuransi justru menunjukkan tren penurunan. AAUI mencatat nilai klaim reasuransi turun 24% dari Rp9,54 triliun pada 2024 menjadi Rp6,65 triliun pada 2025.
Meski demikian, beberapa lini usaha mencatat lonjakan klaim reasuransi yang signifikan. Klaim reasuransi pada asuransi kesehatan (health) melonjak 459,6%, diikuti asuransi tanggung gugat (liability) 83,8%, serta asuransi penjaminan (suretyship) 71,3%.
Baca Juga: AAUI Ingatkan Risiko Kenaikan Limit Investasi Asuransi
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menegaskan bahwa data yang disampaikan belum mencakup satu perusahaan asuransi umum yang saat ini masih berada dalam pengawasan khusus, sehingga datanya belum dapat dipublikasikan.
“Jika ditambahkan, kisaran pertumbuhan mungkin berada di sekitar 7,4%–7,5%, jadi prediksinya sebetulnya tidak jauh seperti apa yang saya sampaikan tahun lalu 8%,” ujar Budi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: