Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BI Targetkan 3.000 Talenta Digital lewat PIDI 2026

        BI Targetkan 3.000 Talenta Digital lewat PIDI 2026 Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Indonesia (BI) memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional melalui penguatan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Kehadiran PIDI diharapkan menjadi hub besar yang menyatukan talenta, industri, asosiasi, hingga regulator dalam sinergi kolaborasi berkelanjutan.

        Deputi Gubernur BI Dicky Kartikoyono menjelaskan, PIDI hadir untuk menjawab dua tantangan utama dalam era transformasi digital. Tantangan pertama adalah pemenuhan kebutuhan industri. Melalui PIDI, BI memfasilitasi berbagai pelatihan intensif yang diikuti dengan pembangunan pilot project.

        “Tujuannya tentu agar kita dapat membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kuat dan mampu bersaing secara global,” ujar Dicky dalam acara Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (23/2/2026).

        Baca Juga: BI Bidik Perluasan Keuangan Digital hingga ke Desa untuk Dukung Program MBG

        Dicky melanjutkan, tantangan kedua yang menjadi fokus PIDI adalah penciptaan lapangan kerja (job creation) dan pengembangan talenta (talent development). Untuk itu, PIDI membangun talent pool melalui program sertifikasi berjenjang.

        Para peserta tidak hanya dibekali hard skill teknis, tetapi juga kemampuan kewirausahaan agar mampu membangun startup secara mandiri.

        “Di sini mereka bukan sekadar mengikuti program, tetapi membuktikan langsung dengan membuat startup dan bertemu pelaku bisnis untuk menjawab berbagai case yang dibutuhkan, khususnya di sistem keuangan,” jelasnya.

        Dalam implementasinya, PIDI menggelar program pelatihan bertajuk Digdaya (Digital Talent Berdaya dan Berkarya). Program ini dirancang secara sistematis sebelum peserta mengikuti kompetisi hackathon.

        Pelatihan Digdaya terbagi ke dalam beberapa tahapan sofistikasi, mulai dari Essential Level bagi pemula, Practitioner Level, hingga tahap akhir berupa Capstone Project. Skema ini memastikan setiap peserta memiliki kompetensi yang matang sebelum menyelesaikan proyek dan berkompetisi di ajang hackathon.

        “Semua level memiliki tingkat sofistikasi yang berbeda hingga peserta mampu menyelesaikan proyeknya. Setelah mengikuti pelatihan, setiap peserta akan mengikuti perlombaan hackathon,” kata Dicky.

        Baca Juga: Transaksi Berjalan RI Defisit, Bos BI Beberkan Penyebabnya

        Pada 2026, BI menargetkan dapat menjaring sedikitnya 3.000 peserta. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang melibatkan 2.700 partisipan dan menghasilkan 743 proposal inovasi.

        “Tahun lalu kami memperoleh sekitar 743 proposal. Tahun ini kami berharap capaian tersebut meningkat seiring antusiasme yang terus bertambah,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: