Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Akuisisi Tuntas, INET Ungkap Rencana Tender Offer Saham PADA

        Akuisisi Tuntas, INET Ungkap Rencana Tender Offer Saham PADA Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menyampaikan rencana pelaksanaan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) setelah merampungkan akuisisi mayoritas saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dari Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat).

        "Proses penawaran tender wajib itu sendiri diperkirakan akan dimulai pada tanggal 4 Maret 2026 dan berlangsung hingga ditutup pada tanggal 6 April 2026. Selanjutnya, pelaksanaan pembayaran atas transaksi tersebut direncanakan jatuh pada tanggal 10 April 2026," kata manajemen, dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (25/2). 

        Meski demikian, jadwal tersebut masih bersifat tentatif dan sangat bergantung pada persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas dokumen yang telah diajukan.

        Terkait harga MTO, Perseroan menegaskan penentuannya mengacu pada Pasal 17 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 Tahun 2018, yang mewajibkan penggunaan nilai tertinggi antara harga pengambilalihan dan rata-rata harga perdagangan tertinggi harian saham di bursa. 

        Baca Juga: Setor Modal Rp18,7 Miliar, INET Bentuk Anak Usaha Baru di Bidang Data Center

        "Saat ini Perseroan belum mendapatkan konfirmasi dari Otoritas Jasa Keuangan terkait perhitungan harga MTO dan oleh karenanya demi menghindari spekulasi pada level Pemegang Saham maka Perseroan belum dapat mengungkapkan harga MTO tersebut," ujar manajemen.

        Sebelumnya, pada 2 Februari 2026, INET telah menuntaskan akuisisi 1.687.455.000 lembar saham PADA atau setara 53,57% dari total saham beredar. Transaksi tersebut dilakukan melalui mekanisme pasar negosiasi sesuai regulasi pasar modal.

        Persentase 53,57% ini memberikan kendali penuh (kontrol substansial) kepada INET atas operasional, kebijakan strategis, dan manajemen harian PADA. Secara hukum, porsi tersebut juga telah memenuhi syarat untuk konsolidasi laporan keuangan.

        "Proses konsolidasi ini tidak hanya mencerminkan penguasaan ekonomi dan operasional, tetapi juga memberikan gambaran yang transparan dan komprehensif mengenai posisi keuangan dan kinerja grup usaha secara terintegrasi kepada para pemangku kepentingan," jelas manajemen.

        Adapun nilai transaksi pengambilalihan saham PADA sebesar Rp106.390.655.000. Manajemen menyebut keputusan membayar harga premium atas akuisisi tersebut didasari pertimbangan nilai tambah (synergy value) yang signifikan, terutama dalam mendukung kebutuhan scaling up operations.

        Fokus utamanya adalah penguatan ketersediaan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah besar guna menunjang ekspansi agresif ke depan, baik untuk pengembangan produk dan layanan baru, penetrasi pasar, maupun pembangunan infrastruktur operasional.

        Baca Juga: INET Caplok PADA Senilai Rp106,39 Miliar, Sahamnya Langsung Rebound!

        "Dengan mengakuisisi entitas yang memiliki kapabilitas SDM superior, Perseroan meyakini percepatan pencapaian target strategis dapat direalisasikan, meskipun harus mengorbankan sedikit margin dengan membayar di harga premium. Ini adalah investasi strategis jangka panjang," imbuh manajemen.

        Meski dibayar dengan valuasi premium, INET menegaskan harga transaksi tetap berada dalam rentang kewajaran berdasarkan pendapat kewajaran yang diterbitkan penilai independen. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: