Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

INET Alihkan Kerja Sama ke JIA WIFI, Perluas Layanan FTTH dan FWA

INET Alihkan Kerja Sama ke JIA WIFI, Perluas Layanan FTTH dan FWA Kredit Foto: Siapnetworks
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melakukan reorganisasi kerja sama layanan IP Transit dengan mengalihkan kolaborasi dari PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) ke entitas induk PT Jaringan Infra Andalan (JIA), bagian dari grup PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Langkah ini dilakukan untuk memperluas cakupan layanan dari sebelumnya hanya Fiber to the Home (FTTH) menjadi mencakup Fixed Wireless Access (FWA), sebagaimana diungkap dalam laporan keuangan konsolidasian audited 2025.

Perubahan struktur tersebut dilakukan melalui skema novasi kontrak yang tercatat dalam Catatan 32 – Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan, dengan tujuan memperkuat posisi INET dalam ekosistem grup WIFI.

Sekretaris Perusahaan INET Arki Rifazka menyatakan bahwa pergeseran kerja sama ke level induk memungkinkan pemanfaatan layanan yang lebih luas di seluruh unit usaha di bawah JIA.

“Struktur kerja sama pada level entitas induk (JIA) ini memungkinkan cakupan pemanfaatan layanan yang lebih luas pada unit-unit usaha di bawahnya. Jika sebelumnya hanya terbatas pada FTTH, kini berkembang menjadi lebih lengkap dengan mencakup kebutuhan bandwidth untuk layanan FTTH dan FWA,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Sebagai bagian dari reorganisasi, INET melakukan serangkaian penyesuaian administratif dan finansial. Pada 2 Januari 2026, INET dan IJE sepakat membatalkan perjanjian infrastruktur kabel fiber optik tahun 2025, dengan pengembalian uang jaminan sebesar Rp61 miliar yang telah diterima pada 6 Januari 2026.

Selanjutnya, entitas anak INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), mengakhiri perjanjian layanan IP Transit dengan IJE pada Februari 2026. PFI telah mengembalikan uang muka sebesar Rp48,51 miliar pada 23 Februari 2026.

Di saat yang sama, PFI menandatangani addendum perjanjian layanan IP Transit dengan JIA pada 6 Februari 2026, dengan penyesuaian nilai uang jaminan menjadi Rp269,23 miliar.

Arki menegaskan bahwa langkah ini merupakan penyesuaian struktur kerja sama dan bukan penghentian hubungan bisnis. Perubahan dilakukan untuk memperluas basis operasional serta memperkuat peran perseroan sebagai pemasok bandwidth utama dalam ekosistem grup JIA.

Baca Juga: Raih Pendapatan Rp91,81 Miliar, Laba INET Lompat 1.743% di 2025

Baca Juga: Surge (WIFI) Kantongi Pendapatan Rp1,65 Triliun pada 2025, Laba Melesat 76%

Secara struktur, JIA merupakan entitas yang dimiliki langsung oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebesar 99,99%. Di bawah JIA terdapat sejumlah entitas usaha, termasuk IJE dengan kepemilikan 50,84% serta PT Telemedia Komunikasi Pratama melalui struktur kepemilikan tidak langsung. Dengan kerja sama di level JIA, INET secara tidak langsung terhubung dengan beberapa entitas dalam ekosistem tersebut.

Arki menyatakan bahwa langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan bisnis dan operasional untuk meningkatkan nilai komersial serta memperluas jangkauan layanan. INET juga mengimbau investor untuk merujuk pada laporan keuangan resmi guna memahami substansi transaksi secara menyeluruh.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement