Susul Kesepakatan Uni Eropa, Mendag Pastikan Perjanjian Dagang Tunisia Segera Rampung
Kredit Foto: BRJ
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengonfirmasi bahwa Indonesia akan segera menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Tunisia melalui skema Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pasar internasional dan mendongkrak kinerja ekspor nasional pada tahun 2026.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kepemilikan banyak perjanjian dagang merupakan kunci utama untuk membuka hambatan ekspor di luar negeri. “Kita ingin ekspor kita naik. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah bagaimana kita mempunyai banyak perjanjian dagang yang bisa membuka akses pasar kita di luar negeri,” ujarnya dalam peluncuran Trade Expo Indonesia ke-41, Kamis (26/2/2026).
Sepanjang tahun 2025, pemerintah tercatat telah berhasil merampungkan sejumlah kesepakatan besar, mulai dari kemitraan ekonomi komprehensif dengan Uni Eropa (IEU-CEPA) hingga Kanada. Selain itu, Indonesia juga telah menyelesaikan perundingan dengan Eurasia (EAEU FTA) serta Peru guna memastikan daya saing produk lokal di pasar global tetap terjaga.
“Tahun kemarin kita sudah menyelesaikan beberapa perjanjian dagang seperti EU-CEPA, kemudian Indonesia-Canada-CEPA, Eurasia-FTA, dan juga Indonesia-Peru CEPA, dan juga sebentar lagi akan ditandatangani Indonesia-Tunisia-PTA,” kata Budi. Kemendag kini fokus mendorong agar seluruh kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan secara teknis pada tahun ini.
Baca Juga: DPR Didesak Tolak Tindaklanjut ART Indonesia-AS
Implementasi yang cepat diharapkan mampu memberikan kepastian bagi para pelaku usaha nasional untuk langsung memanfaatkan penurunan tarif atau kemudahan birokrasi yang telah disepakati. Dengan terbukanya jalur perdagangan ke Tunisia, produk unggulan Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di kawasan Afrika Utara dan sekitarnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal pemanfaatan akses pasar ini melalui berbagai program pendampingan bagi eksportir, termasuk melalui ajang Trade Expo Indonesia. Sinergi antara perjanjian dagang dan promosi internasional diharapkan dapat menjadi mesin penggerak ekonomi yang kuat di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: