Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Intelijen Amerika Serikat (AS) Ragu Bisa Ganti Rezim Khamenei Cs di Iran

        Intelijen Amerika Serikat (AS) Ragu Bisa Ganti Rezim Khamenei Cs di Iran Kredit Foto: The Guradian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) dilaporkan meragukan bahwa operasi militernya akan mampu menggulingkan rezim hingga sistem pemerintahan yang dianut oleh Iran. Ia tidak terlepas, meski sudah meninggal, dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

        Dikutip dari Reuters, Intelijen Amerika Serikat menilai peluang terjadinya perubahan rezim dalam waktu dekat masih sangat kecil. Menurut tiga pejabat, terdapat keraguan besar bahwa kelompok oposisi mampu menjatuhkan sistem pemerintahan teokratis yang saat ini berkuasa di Iran.

        Baca Juga: Trump: Operasi Militer Amerika Serikat (AS) Akan Terus Berlanjut di Iran

        Penilaian Central Intelligence Agency (CIA) beberapa pekan sebelum serangan militer menunjukkan bahwa tak ada perubahan signifikan yang timbul akibat tewasnya sosok dari Khamenei. Laporannya justru menyebut jika ia tewas, , posisi tersebut kemungkinan besar akan digantikan oleh tokoh garis keras dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

        Hal itu karena mereka selama ini menikmati jaringan kekuasaan dan patronase yang luas di dalam struktur politik serta militer dari Iran. Laporan intelijen juga menyoroti fakta bahwa tidak ada pembelotan dari IRGC.

        Menurut analis keamanan, pembelotan dari unsur militer biasanya menjadi syarat penting bagi keberhasilan revolusi atau perubahan rezim. Tanpa dukungan militer, oposisi sipil dinilai akan sulit menggulingkan struktur kekuasaan yang telah mengakar selama puluhan tahun.

        Adapun Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini melancarkan serangan ke Iran. Serangan tersebut berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

        Baca Juga: Australia Tidak Akan Terlibat Perang Iran-Amerika Serikat (AS)

        Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa sebuah dewan kepemimpinan sementara telah mengambil alih tugas pemimpin tertinggi negara. Dewan tersebut terdiri dari presiden, kepala lembaga peradilan, serta seorang anggota dari Dewan Penjaga.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: