Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tekanan Belum Reda, IHSG Hari Ini Rabu (4/3) Dibuka Ambruk 1%

        Tekanan Belum Reda, IHSG Hari Ini Rabu (4/3) Dibuka Ambruk 1% Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambruk ke level 7.896,37 pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Mengacu data RTI pada pukul 09.95 WIB, IHSG semakin nestapa dengan koreksi 80,21 poin atau -1,01% ke level 7.859,54.

        Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini didominasi rapor merah. Terdapat 402 saham melemah, hanya 151 saham yang mampu bergerak menanjak dan 140 saham lainnya stagnan. 

        Per pagi hari ini, IHSG sudah mencatatkan volume perdagangan 4,93 miliar lembar saham dengan frekuensi 233.627 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,09 triliun. 

        PT Indospring Tbk (INDS) memimpin posisi saham top losers dengan penurunan -14,68% ke Rp930. Disusul PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) yang merosot -14,35% ke Rp197 dan PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) yang anjlok -12,78% ke Rp990. 

        Di jajaran top gainers ada PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang melesat 24,59% ke Rp1.140, PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) yang menguat 22,48% ke Rp158 dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) yang melejit 17,24% ke Rp204. 

        Baca Juga: Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini Rabu (4/3) dari BRI Sekuritas

        IHSG diproyeksikan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini, setelah gagal mempertahankan penguatan di awal sesi sebelumnya dan akhirnya ditutup melemah 0,96% ke level 7.939.

        Sejumlah analis menilai pergerakan IHSG masih berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek. Secara teknikal, indeks berada dalam tren menurun setelah menembus ke bawah rata-rata pergerakan MA20. IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support di bawah 7.850 dan resistance di sekitar 8.150.

        Sementara itu, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebutkan bahwa pergerakan pasar dalam jangka pendek diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik AS-Iran, terutama jika eskalasi semakin meluas dan berdampak pada pasar energi global.

        "Saat ini, IHSG diproyeksi masih cenderung tertekan dengan target support terdekat pada 7.885–7.715 dengan resistance pada level 8.000–8.060," kata Reza, dalam riset hariannya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: