Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lewat Pendanaan Perdana, DeepSeek China Bidik Valuasi US$50 Miliar

Lewat Pendanaan Perdana, DeepSeek China Bidik Valuasi US$50 Miliar Kredit Foto: Pexels/Matheus Bertelli
Warta Ekonomi, Jakarta -

Startup Kecerdasan Buatan asal China, DeepSeek dikabarkan tengah bersiap melakukan penggalangan dana perdana yang dapat mendorong valuasinya hingga mencapai US$50 miliar.

Menurut laporan Reuters, DeepSeek berpotensi menghimpun dana sekitar US$3 miliar hingga US$4 miliar dalam putaran pendanaan tersebut untuk memperkuat kapasitas komputasi dan meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Baca Juga: G7 Dibuat Pusing Amerika Serikat dan China, Soroti Isu Ketergantungan hingga Ancaman Tarif Trump

China Integrated Circuit Industry Investment Fund disebut sedang dalam pembicaraan untuk menjadi investor utama dalam pendanaan dari DeepSeek. Tencent Holdings juga dikabarkan ikut menjajaki peluang investasi di perusahaan tersebut.

Langkah ini menjadi perubahan besar bagi strategi perusahaan yang selama bertahun-tahun menolak pendanaan eksternal.

Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng selama ini dikenal menjalankan perusahaan layaknya laboratorium riset independen dengan pendanaan utama berasal dari hedge fund kuantitatif miliknya, alih-alih bergantung pada konglomerasi teknologi atau penawaran saham perdana (IPO).

Namun, tekanan persaingan di industri akal imitasi kini semakin besar. DeepSeek mulai kehilangan momentum dari para pesaing domestik yang memiliki dukungan dana jauh lebih besar, mulai dari perusahaan teknologi seperti ByteDance dan Alibaba hingga startup baru seperti MiniMax dan Moonshot AI.

Sejumlah pesaing bahkan mulai merekrut talenta DeepSeek. Salah satunya adalah Luo Fuli. Ia adalah peneliti DeepSeek yang hengkang tahun lalu untuk memimpin tim model AI MiMo milik Xiaomi.

Industri AI global juga bergerak cepat melampaui model chatbot murah dan efisien yang sebelumnya menjadi kunci kesuksesan DeepSeek lewat model open-source V3 dan R1 yang viral secara global tahun lalu.

Kini fokus industri beralih ke pengembangan AI agent, yakni sistem yang mampu menjalankan tugas jauh lebih kompleks dengan intervensi manusia yang lebih minim, namun membutuhkan daya komputasi yang jauh lebih besar.

DeepSeek bulan lalu mengklaim model generasi terbaru mereka, V4, yang dirancang untuk kebutuhan AI agent, telah “mendefinisikan ulang standar tertinggi” model open-source.

Namun, evaluasi pihak ketiga menunjukkan performa V4 masih tertinggal dibandingkan model-model terbaik dari sejumlah pesaing di Amerika Serikat maupun China.

Baca Juga: Tak Ingin Ketergantungan Dolar, Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bond di China Bulan Depan

Peluncuran V4 juga tidak lagi memicu gejolak besar di pasar saham teknologi global seperti yang terjadi saat perilisan model V3 dan R1 sebelumnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar