Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Ancam Serang Fasilitas Nuklir Israel

        Iran Ancam Serang Fasilitas Nuklir Israel Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan Timur Tengah kembali meningkat menyusul perang dari Israel-Amerika Serikat dan Iran. Teheran baru-baru ini  mengancam akan menargetkan fasilitas nuklir di Dimona, Israel.

        Dikutip dari Iran Studen News Agency, Iran mengatakan akan menyerang fasilitas nuklir jika terhadap penggulingan pemerintahan secara paksa oleh Amerika Serika dan Israel.

        Baca Juga: Intelijen Amerika Serikat Pantau Suksesi Iran, Awasi Pengganti Khamenei

        Fasilitas Nuklir Dimona dikenal sebagai salah satu pusat nuklir paling sensitif milik Israel. Lokasinya berada di Gurun Negev.

        Ancaman terbaru ini muncul di tengah konflik militer yang semakin meluas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

        Serangan militer yang terjadi beberapa hari terakhir telah memicu aksi balasan dari Teheran, termasuk peluncuran drone dan rudal ke berbagai target milik kedua negara di Timur Tengah.

        Salah satu serangan drone dilaporkan menghantam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi. Selain itu, fasilitas diplomatik mereka juga dilaporkan menjadi target serangan di Kuwait.

        Konflik juga merambah wilayah laut. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan kapal selam negaranya berhasil menenggelamkan kapal perang dari Iran di Sri Lanka.

        Serangan tersebut menandai salah satu operasi laut terbesar dalam konflik terbaru ini. Komando Pusat Amerika Serikat menyebut lebih dari dua puluh kapal musuh telah dihancurkan atau ditenggelamkan sejak operasi militer dimulai terhadap Iran.

        Baca Juga: Amerika Serikat Bilang Semua Kandidat Pemimpin Iran Akan Tewas

        Kapal yang tenggelam diidentifikasi sebagai frigat dari Angkatan Laut Iran. Otoritas setempat melaporkan 32 awak berhasil diselamatkan, sementara puluhan lainnya ditemukan tewas dan sekitar 60 orang masih hilang dari total sekitar 180 awak kapal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: