Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Profesor Jiang Prediksi Amerika Serikat Kalah dalam Perang Melawan Iran

        Profesor Jiang Prediksi Amerika Serikat Kalah dalam Perang Melawan Iran Kredit Foto: Instagram/predictivehistory_
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Analis geopolitik Profesor Xueqin Jiang menyampaikan prediksinya mengenai kekalahan Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara di kanal YouTube Breaking Points pada Selasa (3/3/2026).

        Krystal Ball selaku pemandu acara mengingatkan kembali tiga prediksi besar yang pernah dibuat Jiang. “Pertama, Trump akan menang. Kedua, ia akan memulai perang dengan Iran. Dan ketiga, Amerika Serikat akan kalah dalam perang tersebut,” ujar Krystal.

        Pada kesempatan itu, Jiang tetap berpegang teguh pada analisanya mengenai hasil akhir dari konflik besar tersebut. “Prediksi besar ketiga adalah Amerika Serikat akan kalah dalam perang ini, yang akan selamanya mengubah tatanan global,” kata Jiang.

        Menurut Jiang, konflik yang tengah berlangsung saat ini dipandang sebagai perang atrisi atau pengurasan sumber daya. Iran disebut telah mempersiapkan diri selama 20 tahun dari sisi militer maupun ideologis.

        Pihak Iran disebut memposisikan konflik ini sebagai perang melawan pihak yang mereka sebut sebagai 'Setan Besar'. Persiapan itu pun dilakukan untuk menghadapi kekuatan militer Amerika Serikat dalam jangka panjang.

        Iran juga disebut telah menganalisis kapasitas serangan lawan melalui rangkaian konflik yang terjadi sebelumnya. Pengamatan tersebut memberikan waktu bagi Iran untuk menyiapkan strategi serangan lanjutan yang lebih efektif.

        Kelompok proksi seperti Houthi dan Hezbollah turut menjadi alat Iran untuk memahami mentalitas strategi Amerika. Menurut Jiang, strategi Iran saat ini fokus pada upaya mengguncang stabilitas ekonomi global.

        Infrastruktur energi dan pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk menjadi target serangan potensial. Fasilitas desalinasi air di kawasan tersebut juga berada dalam ancaman serangan drone milik Iran.

        Baca Juga: Perang Amerika Serikat-Iran Picu Kekhawatiran Industri Chip Global

        Penutupan Selat Hormuz secara de facto dapat memutus jalur pasokan pangan bagi negara-negara GCC. Hal ini mengancam keberlangsungan ekonomi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Qatar.

        Krisis di wilayah Teluk berpotensi menghentikan aliran dana petrodolar ke pasar keuangan Amerika Serikat. Jiang pun memperingatkan bahwa situasi ini dapat memicu pecahnya gelembung AI dan mengguncang ekonomi Amerika.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: