- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Purbaya Ungkap Skenario Buruk Dari Lonjakan Harga Minyak, Defisit APBN Bisa 3,7%
Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah dampak dari lonjakan harga minyak yang terus terjadi mengingkat kawasan Timur Tengah hingga saat ini masih memanas.
Purbaya mengatakan, jika harga minyak dunia mencapai US$92 per barel. Dalam kondisi tersebut, defisit anggaran berpotensi melebar hingga melampaui batas yang ditetapkan dalam undang-undang sebesar 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 3,6% hingga 3,7%.
“Kita udah exercise sampai kalau harga minyak naik ke US$92 per barel apa dampaknya ke defisit? kalau nggak melakuan apa-apa ya kita naik ke 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/3/2026).
Purbaya menyebut, lonjakan harga minyak tersebut mampu menimbulkan pembengkakan subsidi BBM sehingga bisa menyebabkan defisit APBN melebar.
Namun, Purbaya mengatakan pemerintah mempunyai berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak agar tidak menyebabkan pelebaran defisit.
Ia mengatakan, lonjakan harga minyak bukan hal baru bagi Indonesia. Pemerintah, kata dia, pernah menghadapi situasi ketika harga minyak dunia mencapai US$150 hingga US$200 per barel dan ekonomi nasional mampu bertahan.
“Kalau harga minyak US$92 apakah itu kiamat buat kita? Enggak, dulu kita pernah melewati keadaan dimana harganya sampai US$150 per barel. Jatuh gak ekonominya? Agak melambat tetapi tidak jatuh, jadi kita punya pengalaman-pengalaman mengatasi itu,” urainya.
Purbaya menyebut pemerintah juga membuka opsi berbagi beban dengan masyarakat melalui penyesuaian harga BBM bersubsidi apabila tekanan terhadap APBN terlalu besar.
“Kalau memang anggarannya nggak kuat sekali nggak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM (subsidi) kalau memang harganya tinggi sekali, anggarannya enggak tinggi,” terangnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Amry Nur Hidayat