Kredit Foto: Reuters
Iran Assembly of Experts resmi menunjuk Mojtaba Khamenei. Ia dinilai pantas untuk menjadi Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) Iran. Ia menggantikan ayahnya Ali Khamenei.
Dikutip dari Tasnim, Mojtaba Khamenei merupakan ulama tingkat menengah yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Selama bertahun-tahun, ia telah disebut sebagai salah satu kandidat kuat penerus ayahnya dan memiliki dukungan dari sebagian elite politik serta militer dari Iran.
Penunjukan Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi memicu sorotan. Iran diketahui memiliki sistem politik yang secara ideologis menolak konsep suksesi kekuasaan secara turun-temurun.
Namun Mojtaba sendiri memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan, termasuk jaringan dalam militer dan kantor pemimpin tertinggi. Hal tersebut membuatnya dianggap memiliki dukungan kuat di dalam struktur pemerintahan di Iran.
Penunjukan Mojtaba terjadi saat masih berlangsungnya perang antara Iran-Amerika Serikat dan Israel. Serangan udara dilaporkan telah menghancurkan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Tehran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menilai serangan terhadap depot bahan bakar sebagai fase baru yang berbahaya dalam konfliknya dengan Israel dan Amerika Serikat.
Namun Tel Aviv menyatakan fasilitas tersebut merupakan target militer sah karena digunakan untuk mendukung operasi perang, termasuk produksi bahan bakar roket bagi rudal balistik dari Iran.
Israel juga terus menargetkan tokoh militer dari Teheran. Baru-baru ini, negara tersebut dilaporkan baru saja berhasil melakukan serangan yang menewaskan sosok dari Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi Iran, Abolqasem Babaian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: