Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lolos dari Bom AS-Israel, Mojtaba Khamenei Kini Pimpin Iran! Larijani: Musuh Kita Putus Asa

        Lolos dari Bom AS-Israel, Mojtaba Khamenei Kini Pimpin Iran! Larijani: Musuh Kita Putus Asa Kredit Foto: Reuters/Morteza Nikoubazl
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketika serangan udara AS-Israel menghantam kompleks kediaman Ali Khamenei pada 28 Februari lalu, Mojtaba tidak ada di sana. Istrinya tewas, ibunya tewas, satu anaknya tewas tapi ia selamat, dan kini ia resmi memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga dalam sejarah Republik Islam.

        Dua sumber Iran mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Mojtaba memang tidak berada di Teheran saat serangan pembuka itu terjadi.

        "Dia hidup... dia tidak ada di Tehran ketika Pemimpin Tertinggi dibunuh," kata salah satu sumber.

        Sejak saat itu ia tidak pernah terlihat secara publik, diyakini bersembunyi di lokasi yang dirahasiakan sementara serangan udara terus menghantam Iran.

        Majelis Ahli, badan 88 ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi, menggelar sidang di tengah kondisi perang yang masih berkecamuk.

        Israel bahkan sempat mengebom gedung sidang di Qom saat proses pemilihan berlangsung, meski Iran menyatakan gedung itu kosong ketika serangan terjadi. Hasilnya tidak berubah, Mojtaba Khamenei, 56 tahun, terpilih.

        Kepala keamanan Iran Ali Larijani langsung bereaksi dalam unggahan di X usai pengumuman resmi.

        "Pemilihan Anda oleh Majelis Ahli sebagai pemimpin sistem Republik Islam telah menyebabkan musuh-musuh yang bermusuhan dan suka perang menjadi putus asa," tulisnya.

        Respons Washington tidak kalah cepat. Trump sebelum pengangkatan resmi sudah menyebut Mojtaba sebagai sosok yang "tidak dapat diterima" dan "tidak berbobot", dan setelah pengangkatan ia memperingatkan bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan Washington.

        Israel lebih terang-terangan lagi, IDF secara resmi menyatakan siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran akan dianggap sebagai target militer.

        Penilaian intelijen Israel sendiri menyebut Mojtaba masih hidup meski diduga sempat terluka dalam salah satu serangan udara yang menargetnya pekan ini.

        Baca Juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran! Putin Kirim Selamat, Trump Kirim Ancaman

        Keberhasilan bertahan dari incaran dua negara sekaligus bukan hal kecil, dan itulah yang kini ia bawa sebagai modal simbolis saat mulai memegang kendali atas Iran yang sedang berperang.

        Bagi pasar energi global, suksesi ini membawa satu sinyal yang paling ditakutkan, tidak ada moderasi yang bisa diharapkan dalam waktu dekat.

        Naiknya Mojtaba mengonfirmasi bahwa faksi garis keras masih memegang kendali penuh atas Iran, dan selama itu terjadi, peluang negosiasi atau kesepakatan yang bisa meredakan tekanan di Selat Hormuz tetap sangat tipis.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: