Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tekan Dampak Perang, AS Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak untuk Stabilkan Harga Global

        Tekan Dampak Perang, AS Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak untuk Stabilkan Harga Global Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat mempertimbangkan langkah untuk melepas cadangan minyak strategis mereka. Upaya ini dilakukan guna meredam lonjakan harga energi akibat perang.

        Menteri Energi AS Chris Wright memberikan keterangan resmi terkait rencana tersebut. Pemerintah tengah membahas kemungkinan pelepasan minyak dari cadangan darurat nasional.

        Langkah pelepasan Strategic Petroleum Reserve atau SPR akan dilakukan secara terkoordinasi. Koordinasi tersebut melibatkan sejumlah negara mitra Amerika Serikat di dunia.

        Pernyataan tersebut disampaikan saat Chris Wright mengunjungi pabrik gas di Colorado. Keterangan menteri dikutip dari Reuters pada hari Selasa (10/3/2026).

        Kutipan langsung dari Menteri Energi menegaskan adanya pembicaraan mengenai cadangan energi. "Kami sedang membicarakan pelepasan terkoordinasi dari SPR," kata Wright kepada wartawan.

        Lokasi penyimpanan cadangan strategis AS berada di pesisir Texas dan Louisiana. Fasilitas tersebut saat ini menyimpan sekitar 415 juta barel minyak mentah.

        Jumlah cadangan tersebut setara dengan empat hari konsumsi minyak dunia. Kapasitas cadangan dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi pasokan global saat ini.

        Pemerintah AS juga membuka kemungkinan langkah lain untuk menambah pasokan. Washington memiliki opsi untuk mengizinkan penjualan minyak Rusia di kapal tanker.

        Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Ini Manuver Amerika Serikat Demi Stabilkan Harga Minyak

        India mendapatkan pengecualian selama 30 hari untuk membeli minyak mentah Rusia. Kebijakan ini berlaku bagi kargo minyak yang saat ini terdampar di laut.

        Pemerintah Amerika Serikat tidak mempertimbangkan pembatasan ekspor energi saat ini. Fokus utama otoritas adalah menekan harga minyak melalui penambahan suplai pasar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: