Penjualan Motor Listrik ALVA Tetap Tumbuh Meski Pemerintah Hapus Subsidi
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Penjualan motor listrik ALVA tetap menunjukkan pertumbuhan, meski pemerintah menghentikan program subsidi kendaraan listrik.
Perusahaan menyebut peningkatan penjualan masih terjadi pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan minat masyarakat terhadap motor listrik terus berkembang meskipun tanpa insentif.
CEO ALVA Purbaja Pantja menjelaskan, tahun 2024 menjadi masa transisi bagi industri motor listrik, karena saat itu subsidi pemerintah masih tersedia.
Namun sejak 2025, insentif tersebut tidak lagi diberikan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan pertumbuhan penjualan perusahaan.
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin meningkat.
Konsumen kini dinilai sudah lebih memahami kebutuhan mereka terhadap motor listrik, bahkan sebagian pembeli sudah tidak lagi merasa perlu melakukan uji coba kendaraan sebelum memutuskan membeli.
"Kalau dulu itu pasti penginnya test ride dulu gitu ya."
"Kalau sekarang test ride itu memang masih ada dan juga masih banyak."
"Tapi juga ada beberapa pengguna Alfa sekarang itu waktu mereka membeli motor Alfa, sudah tidak lagi melakukan test ride."
"Jadi intinya di sini adalah ini kayaknya mereka ini sudah mengenal motor listrik, dan dengan itu pembelian untuk motor-motor kami pun juga bisa dilakukan tanpa melakukan test ride," tutur Purbaja dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ia juga menambahkan, secara keseluruhan jika dibandingkan dengan tahun 2024, penjualan ALVA pada tahun 2025 justru meningkat.
"Tahun lalu itu kan tahun transisi kami lah ya."
"Di mana yang tadinya tahun 2024 masih ada subsidi dari pemerintah, tahun 2025 tidak ada subsidi."
"Tapi kalau lihat dari penjualan kami secara keseluruhan dibandingkan dengan tahun 2024, ALVA sebenarnya kalau dari segi jumlah unit yang kami jual itu, penjualannya sebenarnya meningkat," jelasnya.
ALVA juga mencatat pencapaian penting dalam produksi.
Pada November 2025, perusahaan berhasil mencapai produksi sebanyak 10.000 unit motor listrik.
Mayoritas unit yang diproduksi berasal dari segmen premium dengan kisaran harga Rp30 juta hingga Rp40 juta.
Baca Juga: Menkeu Kaji Kelanjutan Insentif Kendaraan Listrik Terhadap Defisit APBN
Perusahaan menilai pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan bisnis motor listrik ALVA.
Ke depan, perusahaan berharap tren pertumbuhan ini dapat terus berlanjut, seiring semakin beragamnya pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: