Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Stok Beras RI Tembus 144 Persen Kebutuhan Nasional, Cukup untuk 11 Bulan ke Depan

        Stok Beras RI Tembus 144 Persen Kebutuhan Nasional, Cukup untuk 11 Bulan ke Depan Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah ketegangan energi global akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia mengklaim ketahanan pangan nasional dalam kondisi paling kuat. Stok beras per 9 Maret 2026 tercatat mencapai 3.743.740 ton, setara 144 persen dari kebutuhan nasional.

        Angka itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

        "Pada 9 Maret 2026, stok beras tercatat mencapai 3.743.740 ton atau sekitar 144 persen dari kebutuhan sehingga komoditas beras ini adalah cadangan yang paling kuat," kata Qodari dikutip dari ANTARA.

        Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Angka itu terdiri dari stok Bulog 3,76 juta ton, stok kebutuhan masyarakat 12,5 juta ton, dan standing crop siap panen 11,73 juta ton pada Maret 2026.

        Pemerintah memproyeksikan ketersediaan akan bertambah 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring panen yang terus berjalan. Tanpa memperhitungkan panen berikutnya, stok yang ada saat ini diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.

        "Perkiraan ketersediaan beras untuk 11 bulan ke depan didasarkan pada stok saat ini dan akan terus bertambah karena program swasembada pangan terus dilakukan," ujar Qodari.

        Untuk menjaga stabilitas harga di lapangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 7,38 juta ton. Distribusi terbesar dilakukan melalui instansi pemerintah dan program Rumah Pangan Kita.

        Gerakan Pangan Murah juga akan digelar serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota sebagai langkah menekan inflasi pangan. Program ini dirancang menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

        Qodari menyebut pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada dengan terus meningkatkan produksi, memperkuat hilirisasi pertanian, dan memperluas pasar ekspor. Langkah-langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang tidak bergantung pada kondisi pasar global semata.

        Baca Juga: Bulog Ekspor 2.280 Ton Beras Super Premium untuk Jemaah Haji di Arab Saudi

        Gejolak di Timur Tengah yang belakangan ini menekan rantai pasokan energi global dijadikan konteks oleh Qodari untuk menunjukkan relevansi kebijakan ketahanan pangan yang disiapkan jauh sebelum krisis terjadi.

        Pemerintah, kata Qodari, tidak menunggu krisis untuk mulai membangun fondasi ketahanan.

        Dengan stok yang diklaim melampaui kebutuhan hingga hampir setahun ke depan, Indonesia memasuki periode Ramadan dan Lebaran 2026 dalam posisi yang berbeda dari banyak negara yang kini berjuang mengamankan pasokan pangan di tengah guncangan rantai pasok global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: