Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ESDM Siapkan Langkah Agar Kebutuhan Energi Tidak Terganggu Setelah Maret

        ESDM Siapkan Langkah Agar Kebutuhan Energi Tidak Terganggu Setelah Maret Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kecukupan pasokan energi nasional, menjelang April 2026. 

        Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah masih memiliki waktu hingga akhir Maret, untuk mengelola kondisi cadangan energi yang ada.

        "Kita masih ada waktu, sampai akhir Maret kita masih bisa menghadapi ini."

        "Karena kita menyiapkan April itu sekarang."

        "Kalau sekarang kondisi yang tidak stabil tidak bisa kita manfaatkan, maka April ini kita menghadapi masa-masa sulit,” ungkap Laode dalam Energy Iftar Forum 2026 yang digelar Aspebindo, Rabu (11/3/2026).

        Laode menuturkan, pembahasan mengenai cadangan energi nasional yang disebut berada di kisaran 20–25 hari bukanlah kondisi baru.

        Menurutnya, kisaran cadangan tersebut telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

        “Seakan-akan ini baru terjadi saat ini 20 hari ini, padahal ini sejak sekian tahun yang lalu kondisinya memang cadangan kita seperti itu jumlahnya 20 hari, 25 hari,” ujarnya.

        Ia mengatakan, kondisi geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan energi, karena gangguan di jalur distribusi minyak dapat berdampak ke berbagai negara pengimpor.

        “Pada saat geopolitik itu terganggu semuanya merasakan dampaknya,” ucap Laode.

        Berdasarkan laporan stok energi nasional per 9 Maret 2026, cadangan BBM dan LPG milik PT Pertamina (Persero) tercatat sebagai berikut:

        Pertalite (RON 90): 2.021.505 kL dengan ketahanan 25,09 hari (batas minimum 18,2 hari);

        Pertamax (RON 92): 622.846 kL dengan ketahanan 26,56 hari (batas minimum 19,9 hari);

        Pertamax Turbo (RON 98): 37.959 kL dengan ketahanan 23,26 hari (batas minimum 22,3 hari);

        Solar (CN 48): 1.360.279 kL dengan ketahanan 16,28 hari (batas minimum 16,3 hari);

        Pertamina Dex (CN 53): 83.383 kL dengan ketahanan 44,43 hari (batas minimum 24,9 hari);

        Avtur: 529.861 kL dengan ketahanan 38,42 hari (batas minimum 26 hari);

        Kerosene:  29.701 kL dengan ketahanan 19,30 hari; dan

        LPG: 297.330 metrik ton dengan ketahanan 11,51 hari (batas minimum 11,4 hari).

        Baca Juga: Pemerintah Percepat Pembentukan Cadangan Penyangga Energi

        Laode mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan langkah lanjutan, agar kebutuhan energi tidak terganggu setelah Maret.

        “Kita sedang berpikir juga untuk after Maret, bagaimana prosesnya sedang kita lakukan inovasi-inovasi, agar nanti kebutuhan dari komoditas yang saya bacakan tadi tidak menurun secara drastis, dan menimbulkan masalah di April dan ke depan,” tuturnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: