Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) pada periode Januari 2026.
Dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata yang digelar di Jakarta, Rabu (11/3/2026), Menpar mengungkapkan bahwa kunjungan wisman melalui pintu masuk utama tercatat mencapai 1,01 juta pada Januari 2026.
Baca Juga: Dorong Usaha Pariwisata Berdaya Saing, Kemenpar Perkuat Perizinan dan Sertifikasi
Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan 150,5 ribu kunjungan, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Data dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Negara-negara tersebut mencerminkan kombinasi pasar tradisional dan pasar strategis yang terus menjadi fokus pengembangan pariwisata Indonesia,” kata Menpar, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Jumat (13/3).
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan, atau sedikit menurun sekitar 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor posisi Bulan Januari yang berada di antara periode libur Natal dan Tahun Baru serta menjelang momentum libur besar berikutnya, seperti Imlek dan Lebaran.
“Namun demikian, pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan akan kembali meningkat seiring berbagai momentum liburan serta semakin banyaknya paket wisata yang ditawarkan oleh pelaku industri. Pemerintah optimistis dapat mencapai target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2026 melalui berbagai program promosi dan peningkatan kesiapan destinasi,” ucap Ni Luh Puspa.
Menteri Pariwisata juga mencatat perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri pada awal tahun ini tumbuh sebesar 1,65 persen atau mencapai sekitar 1 juta perjalanan.
Tujuan utama perjalanan tersebut masih didominasi oleh Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura dengan kontribusi sebesar 58,58 persen dari total perjalanan. Malaysia dan Singapura menjadi pilihan utama karena kedekatan geografis dan kemudahan akses, sementara Arab Saudi didominasi oleh perjalanan ibadah umrah.
Baca Juga: RI Perkuat Jejaring Pariwisata Lewat Business Matching di Amerika Utara
Jika dibandingkan dengan jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih lebih tinggi, terutama dengan adanya tambahan data dari metode Mobile Positioning Data (MPD). Dengan kondisi data sementara tersebut, Indonesia masih mencatatkan neraca devisa pariwisata yang positif.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai agenda strategis.
Pada awal Februari 2026, Kementerian Pariwisata menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah bersama Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, di mana Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai salah satu upaya memperkuat kualitas dan daya saing destinasi wisata nasional secara menyeluruh.
Selanjutnya, pada 13 Februari 2026, Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Kementerian Pariwisata juga menggelar silaturahmi dengan 52 pelaku industri pariwisata di Politeknik Pariwisata Bali sebagai bentuk penguatan kolaborasi dan penyelarasan persepsi antara Pemerintah dan pelaku usaha.
Di sisi kesiapan destinasi, Menteri Pariwisata melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan aktivitas wisata menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, khususnya di Kelenteng Sam Poo Kong dan Lawang Sewu yang menjadi ikon wisata budaya di kota tersebut.Menjelang libur Lebaran, Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah stimulus berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik yang berpotensi menurunkan harga tiket sekitar 17 hingga 18 persen.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pendataan Daya Tarik Wisata (DTW) Rawan Bencana, dengan lebih dari 4.700 DTW di seluruh Indonesia telah terdata sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko dan menjaga keselamatan wisatawan.
Baca Juga: Partisipasi Indonesia di ITB Berlin 2026 Raup 479 Ribu Wisatawan Potensial
Dalam upaya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia pariwisata, Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Pariwisata telah dibuka melalui Seleksi Bersama Masuk untuk Tahun Akademik 2026/2027 dengan kuota 2.166 dari total 3.610 kursi. Pendaftaran dibuka pada 11 Februari hingga 1 Mei 2026.
Kementerian Pariwisata terus mengupayakan pengembangan sektor pariwisata yang menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya