Transaksi Online Melonjak, Kemendag Tekankan Pentingnya Kualitas dan Perlindungan Konsumen
Kredit Foto: Istimewa
Perkembangan ekonomi digital yang didukung oleh peningkatan penetrasi internet telah mendorong pemanfaatan platform perdagangan digital sebagai media transaksi masyarakat Indonesia.
Bagi pelaku usaha, meningkatnya intensitas transaksi digital tidak hanya membuka peluang pasar yang lebih luas, tetapi juga menuntut kemampuan adaptasi yang berkelanjutan terhadap dinamika dan ekspektasi konsumen saat ini. Namun demikian, masih terdapat pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dalam menerapkan praktik penjualan yang bertanggung jawab.
Di tengah akselerasi perdagangan digital yang semakin masif, ketidaksesuaian antara klaim produk dan kualitas yang diterima konsumen berpotensi menimbulkan pelanggaran terhadap prinsip perlindungan konsumen, sekaligus melemahkan kepercayaan publik terhadap ekosistem perdagangan digital.
Menyadari urgensi tersebut, Kementerian Perdagangan Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga bersinergi dengan Lazada Indonesia dan Lampu.id melibatkan lebih dari 250 pelaku usaha untuk memperkuat standar kualitas perdagangan digital.
Baca Juga: Kemendag Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Harga Pangan Dalam Negeri
Melalui program pelatihan “Quality and Trust: Kunci Membangun Loyalitas Konsumen & Produk Laris di Pasar”, para pelaku usaha diberikan edukasi bahwa kualitas merupakan pondasi utama keberhasilan, karena pertumbuhan penjualan tidak akan berkelanjutan tanpa kepercayaan konsumen yang dibangun secara konsisten.
Dalam sambutannya Moga Simatupang, Direktur Jenderal PKTN menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan hadir untuk memastikan iklim usaha tumbuh sehat, adil, dan berkelanjutan.
"Perlindungan konsumen bukan untuk mempersulit pelaku usaha, melainkan untuk membangun pasar yang tepercaya di mana kejujuran, kepatuhan, dan inovasi berjalan beriringan. Untuk itu, efektivitas regulasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat dengan pelaku usaha, guna mewujudkan ekosistem usaha yang tertib, berkeadilan, serta konsumen yang berdaya," ujarnya yang dikutip di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Untuk itu, penguatan regulasi dan sinergi dengan marketplace menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi konsumen Indonesia.
Sebagai platform e-commerce di Indonesia, Lazada Indonesia turut berkomitmen dalam enguatan ekosistem perdagangan digital yang bertanggung jawab. “Kami terus berupaya menghadirkan pengalaman transaksi digital yang aman dan transparan melalui penerapan sistem pengawasan terintegrasi serta kebijakan pengembalian yang jelas. Di saat yang sama, kami mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan agar dapat menghadirkan produk yang autentik dan berkualitas bagi konsumen Indonesia,” kata Budi Primawan, Vice President
Government Affairs, Lazada Indonesia.
Baca Juga: Transaksi Digital Ramadan Meningkat, Keamanan IT Harus Diperkuat
Melalui partisipasi yang konstruktif, Lampu.id mengambil peran dalam memperluas jangkauan program melalui pemanfaatan jejaring komunitas dan kanal publikasi guna mengoptimalkan manfaat inisiatif program. Dengan menghadirkan para ahli dari beragam latar belakang, pelaku usaha dibekali untuk tidak hanya memperkuat perlindungan konsumen dari berbagai risiko dalam transaksi digital, tetapi juga menjaga konsistensi kualitas serta menanamkan praktik pemasaran yang kreatif dengan tetap menjunjung tinggi integritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: