Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Awal Pekan Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham dari Analis

        IHSG Awal Pekan Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham dari Analis Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (16/3/2026). Pada sesi sebelumnya, indeks ditutup melemah 3,05% ke level 7.137 dengan net foreign sell Rp221,84 miliar. 

        Menurut Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, sentimen eksternal masih menjadi faktor utama yang membebani pasar saham domestik.

        Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi dan memicu kekhawatiran terhadap potensi inflasi global.

        Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait kemungkinan pelebaran defisit APBN Indonesia, sehingga menjadi salah satu perhatian pelaku pasar menjelang pengumuman keputusan suku bunga bank sentral pada pekan ini.

        "Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam struktur tren bearish setelah menembus area support 7.200 dan membentuk lower low. Dalam jangka pendek, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000," kata Reza dalam riset hariannya.

        Selain sentimen global, sikap wait and see dari investor juga diperkirakan meningkat menjelang periode libur panjang Idul Fitri, yang kerap membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

        Baca Juga: Astra (ASII) Gelontorkan Rp2 Triliun untuk Gelar Buyback Saham

        Baca Juga: Warren Buffett Lepas Saham dan Timbun Uang Tunai, Siapkan Dana Besar Hadapi Gejolak Pasar

        Rekomendasi Saham Hari Ini

        Sejalan dengan proyeksi pergerakan IHSG, analis memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati investor.

        PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) – Buy

        Kenaikan harga minyak yang telah menembus $100 per barel meningkatkan risiko inflasi global. Dalam situasi seperti ini, emas sering dipandang sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap inflasi sehingga potensi permintaannya dapat meningkat.

        Secara teknikal, saham PSAB telah rebound dari area support 468–480 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat di 520. Jika level tersebut berhasil ditembus, harga berpeluang melanjutkan kenaikan hingga 540.

        PT Indika Energy Tbk (INDY) – Buy

        Dalam sepekan terakhir, saham INDY tercatat diakumulasi oleh investor asing dengan net foreign buy di pasar reguler sebesar Rp15,12 miliar.

        Secara teknikal, INDY sedang bergerak konsolidasi di atas area support 3.380–3.520. Selama bertahan di atas zona tersebut, saham ini berpotensi melanjutkan rebound menuju resistance 3.800, dengan peluang kenaikan lanjutan ke 3.990 jika berhasil menembus level tersebut.

        PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) – Buy

        BUKA mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,14 triliun, berbalik dari posisi rugi Rp1,54 triliun pada tahun buku 2024.

        Secara teknikal, saham ini memiliki potensi technical rebound setelah bertahan di area support 129–134. Selama level tersebut terjaga, harga berpeluang menguat menuju resistance di kisaran 141 hingga 146.

        PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) – Sell

        Saham DSSA menunjukkan tekanan bearish setelah menembus support sebelumnya di area 73.225. Kondisi ini membuka peluang pelemahan lanjutan menuju support berikutnya di level 63.200.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Disclaimer: Keputusan untuk melakukan aksi jual atau beli saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala risiko kerugian dari setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: