Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investor Waspada! BEI Pelototi Pergerakan 4 Saham Emiten Ini

        Investor Waspada! BEI Pelototi Pergerakan 4 Saham Emiten Ini Kredit Foto: Lestari Ningsih
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan sejumlah saham yang dinilai tidak wajar di pasar. Empat emiten yang masuk dalam pemantauan tersebut adalah PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI), PT Hotel Fitra International Tbk (FITT), PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY), dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR).

        "Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga pada saham ASPI, FITT dan RONY yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," kata BEI dalam pengumumannya.

        Pergerakan saham ASPI menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sepekan, saham ini turun 3,76%, sedangkan dalam satu bulan terakhir merosot 39,05%. Namun setelah pengumuman UMA dirilis, saham ASPI justru berbalik naik 1,59% ke level Rp256 pada sesi pertama perdagangan Senin (16/3).

        Tekanan yang lebih tajam terlihat pada saham FITT. Dalam sepekan, saham ini anjlok 44,75%, bahkan dalam sebulan telah turun 53,73%. Meski demikian, pada perdagangan terbaru sahamnya menguat 3,24% ke Rp382.

        Kondisi serupa juga terjadi pada saham RONY. Dalam satu minggu, sahamnya terkoreksi 41,86%, sementara dalam satu bulan ambruk 61,3%. Hingga saat ini, tekanan masih berlanjut dengan penurunan 12,88% ke Rp1.285.

        Selain tiga saham yang mengalami penurunan tajam, BEI juga menyoroti pergerakan saham ASPR yang justru mengalami lonjakan harga tidak biasa.

        "Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham ASPR yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," ujar BEI.

        Dalam sepekan terakhir, saham ASPR sempat naik 11,03%. Namun pada perdagangan terkini, saham tersebut justru turun 14,2% ke level Rp151.

        Baca Juga: Bursa Suspensi Saham UDNG Usai Anjlok Tajam, ALKA Kembali Diperdagangkan

        Baca Juga: IHSG Awal Pekan Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham dari Analis

        BEI menegaskan bahwa pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan di pasar modal.

        Sehubungan dengan terjadinya UMA pada saham-saham tersebut, BEI menyatakan saat ini masih mencermati perkembangan pola transaksi yang terjadi. Bursa juga mengimbau para investor untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi.

        Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: