AAJI Ungkap Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik 9,3% Jadi Rp238 Triliun
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Industri asuransi jiwa mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 dengan total pendapatan mencapai Rp238,71 triliun atau naik 9,3% secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan tersebut didorong oleh kinerja investasi yang menguat di tengah dinamika ekonomi.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Albertus Wiroyo, mengatakan pertumbuhan pendapatan industri mencerminkan kemampuan sektor asuransi jiwa dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat perlindungan bagi pemegang polis.
“Total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2025 mencapai Rp238,71 triliun, atau tumbuh sekitar 9,3% secara year on year. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada hasil investasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa periode Januari–Desember (full year) 2025, Senin (16/3/2026).
Ia mengatakan penguatan kinerja investasi menjadi faktor penting dalam menopang kinerja industri di tengah berbagai dinamika ekonomi sepanjang tahun lalu. Peningkatan hasil investasi tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan industri asuransi jiwa.
Dari sisi pengelolaan aset, industri juga mencatat peningkatan nilai investasi secara keseluruhan. Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI, Harsya Wardhana Prasetyo, menyampaikan nilai investasi industri asuransi jiwa terus meningkat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
“Total investasi industri asuransi jiwa pada 2025 mencapai Rp590,54 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp541,55 triliun,” ujar Harsya.
Tercatat, portofolio investasi industri tersebar pada berbagai instrumen keuangan guna menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil. Adapun penempatan investasi terbesar berada pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp248,25 triliun atau sekitar 42% dari total investasi.
Baca Juga: Setelah Merugi, AAUI Ungkap Asuransi Umum Berbalik Untung Rp15,8 Triliun
Baca Juga: Fitch Ungkap Industri Asuransi RI Hadapi Dinamika Baru di Tengah Regulasi Ketat
Baca Juga: OJK Siapkan Reformasi RBC Industri Asuransi, Aturan Baru Berlaku 2027
Selain itu, investasi juga ditempatkan pada saham sebesar Rp128,72 triliun, reksa dana Rp74,07 triliun, sukuk korporasi Rp53,45 triliun, serta deposito Rp31,95 triliun.
Harsya menilai kondisi pasar keuangan domestik pada akhir 2025 memberikan kontribusi positif terhadap kinerja investasi industri.
“Dengan karakteristik investasi jangka panjang yang dimiliki industri asuransi jiwa, kondisi tersebut turut mendukung penguatan kinerja investasi sekaligus menjaga kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis,” jelas Harsya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: