Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Stok BBM dan LPG Bandung Raya Aman Jelang Lebaran 2026, Cadangan di Depo Padalarang Tembus di Atas 10 Hari

        Stok BBM dan LPG Bandung Raya Aman Jelang Lebaran 2026, Cadangan di Depo Padalarang Tembus di Atas 10 Hari Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung Barat -

        Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Bandung Raya dipastikan dalam kondisi aman menjelang puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. 

        Pemerintah bersama Pertamina telah melakukan pengecekan langsung terhadap stok energi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

        Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, hasil pengecekan bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa cadangan BBM di Depo Terpadu Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, berada pada level yang sangat memadai.

        Menurutnya, kapasitas stok yang sebelumnya hanya cukup untuk sekitar 7 hingga 8 hari kini telah ditingkatkan hingga lebih dari 10 hari sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan selama periode mudik Lebaran.

        “Untuk layanan di Bandung Raya dipastikan aman karena ketersediaan di Depo Terpadu Padalarang sangat memadai. Kalau sebelumnya rata-rata hanya sekitar 7–8 hari, sekarang sudah ditingkatkan menjadi di atas 10 hari. Ini bagian dari peningkatan layanan,” ujar Yuliot di Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3/2026).

        Ia menjelaskan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada distribusi BBM di jalur-jalur utama mudik, termasuk jalan tol, jalur arteri, hingga kawasan wisata yang diperkirakan mulai ramai pada H+2 Lebaran.

        Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi, Pertamina menyiapkan berbagai strategi distribusi, mulai dari penyediaan tangki tambahan di lokasi tertentu hingga layanan BBM bergerak.

        “Antisipasinya adalah menyiapkan tangki di beberapa titik strategis. Selain itu ada juga layanan motoris dan layanan mobile lain yang disiapkan Pertamina,” jelasnya.

        Tak hanya itu, berbagai fasilitas di SPBU juga ditingkatkan guna memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Layanan digital melalui aplikasi MyPertamina hingga pelayanan langsung kepada pemudik disiapkan untuk memastikan kebutuhan BBM terpenuhi dengan cepat.

        Secara nasional, Yuliot menyebutkan bahwa cadangan energi Indonesia saat ini berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah. Rata-rata ketersediaan BBM nasional mencapai 27 hingga 28 hari, sementara regulasi menetapkan batas minimal cadangan sebesar 21 hari.

        “Saat ini cadangan nasional berada jauh di atas batas minimum. Rata-rata stok nasional mencapai 27 sampai 28 hari, sementara regulasi menetapkan minimal 21 hari,” ujarnya.

        Pemerintah juga terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi, baik pada sektor pembangkit listrik maupun operasional lainnya. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pengelolaan energi lebih efisien.

        “Sesuai arahan Pak Presiden, kita melakukan efisiensi penggunaan energi, termasuk evaluasi penggunaan BBM pada pembangkit dan juga gas. Efisiensi operasional juga kita lakukan secara detail di setiap kegiatan,” kata Yuliot.

        Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Adityawarman menegaskan koordinasi antara Pertamina dan pemerintah terus diperkuat melalui posko bersama selama masa mudik Lebaran.

        Menurutnya, posko tersebut memungkinkan pemantauan kondisi pasokan energi di berbagai wilayah secara real time sehingga jika terjadi kekurangan di suatu daerah, pasokan dapat segera dialihkan dari wilayah lain.

        “Dengan adanya posko dari Kementerian ESDM dan Pertamina, kita bisa saling mengecek. Kalau ada kelangkaan di satu tempat, kita bisa langsung berkomunikasi dan saling mengisi,” katanya.

        Pertamina juga telah menyiapkan berbagai layanan tambahan untuk memastikan distribusi energi tetap lancar di tengah potensi lonjakan mobilitas masyarakat.

        Baca Juga: Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran, Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying

        Layanan tersebut meliputi SPBU siaga 24 jam, mobil tangki cadangan di jalur strategis, layanan BBM motoris untuk menjangkau kendaraan yang terjebak kemacetan, hingga call center 135 yang dapat dihubungi masyarakat.

        Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah optimistis distribusi energi selama musim mudik dan libur Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

        “Dalam kondisi apa pun kami akan merespons kebutuhan masyarakat. Kami menyiapkan motoris, modular, hingga mobil tangki BBM untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap terjaga,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: