Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Hari Ini (17/3) Dibuka Rebound Naik 1% ke Level 7.100-an

        IHSG Hari Ini (17/3) Dibuka Rebound Naik 1% ke Level 7.100-an Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rebound naik 0,75% ke level 7.074,61 pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Merujuk data RTI pada pukul 09.10 WIB, IHSG makin perkasa dengan lonjakan 92,66 poin atau 1,32% ke level 7.114,95.

        Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini didominasi tren positif. Sebanyak 419 saham menguat, hanya 98 saham melemah dan 138 saham lainnya stagnan. 

        Per pagi hari ini, IHSG mencatatkan volume perdagangan 1,7 miliar lembar saham dengan frekuensi 90,6 ribu kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp808,1 miliar. 

        PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) memimpin posisi saham top gainers dengan kenaikan 21,15% ke level Rp126. Diikuti PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang melesat 20% ke Rp312 dan PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang meroket 18,09% ke Rp3.330.

        Posisi top losers diisi PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang anjlok -14,66% ke Rp163, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang menyusut -14,52% ke Rp795 dan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) yang terkoreksi -14,46% ke Rp71. 

        Baca Juga: IHSG Selasa (17/3) Diprediksi Sideways, Cek Pilihan Saham dari BRI Sekuritas

        Baca Juga: Net Buy Rp1,02 Triliun, Asing Koleksi Saham-saham Ini Kala IHSG Jeblok

        IHSG hari ini diperkirakan berpotensi menguat walau masih akan menghadapi tekanan penurunan di hari terakhir perdagangan sebelum libur Nyepi dan Lebaran. Kemarin, IHSG ditutup melemah 1,61% ke 7.022,28.

        Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memprediksi IHSG bergerak sideways dengan rentang support di level 7.000 dan resistance di 7.100.

        Menurutnya, sentimen pasar masih dipengaruhi sejumlah faktor eksternal dan domestik. Di antaranya kekhawatiran terkait konflik di Timur Tengah, sikap investor yang cenderung wait and see menjelang libur panjang, serta perhatian pasar terhadap keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diproyeksikan tetap berada di level 4,75%.

        "Level 7.000 menjadi area kunci yang perlu dijaga. Jika mampu bertahan berpeluang terjadi technical rebound, namun jika ditembus berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan," ujar Reza dalam riset hariannya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: