Kredit Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memastikan bahwa proses pemulangan jenazah pemudik berinisial RP dilakukan secara layak melalui koordinasi lintas instansi guna menjamin penanganan yang cepat dan terintegrasi selama arus mudik.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Heri Junaedi Bakhri, menyampaikan bahwa wanita yang meninggal di dalam bus itu merupakan seorang ibu rumah tangga yang tengah melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah.
Baca Juga: Seskab Teddy Tinjau Kesiapan 'Kereta Api Kerakyatan' di Pasar Senen Jelang Mudik Lebaran 2026
“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pemudik berinisial RP, seorang ibu rumah tangga, yang tengah melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
Awalnya, mendiang diketahui meninggal dunia oleh kru bus pada pagi hari saat kendaraan dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Setelah itu, Kementerian Perhubungan segera berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.
“Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian negara, Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan stakeholder di antaranya Polri, PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelindo memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan layak sampai di rumah duka yang berlokasi di Kebumen,” kata Heri.
Diketahui bahwa proses pemulangan jenazah dilakukan pada hari yang sama yakni pukul 14.00 WITA menggunakan KMP Dharma Kencana 9 melalui rute Gilimanuk-Ketapang, bersama dengan perwakilan Kementerian Perhubungan yang bertugas di lokasi tujuan.
“Selain itu, Kepala Distrik Navigasi Cilacap telah ditugaskan untuk menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Kebumen sebagai representasi kehadiran Kementerian Perhubungan bagi keluarga almarhumah Ibu RP,” ujarnya.
Demi menjaga kelancaran arus mudik, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak karena Selat Bali juga dinilai menjadi salah satu titik krusial pergerakan penumpang.
“Ditjen Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, dan aparat keamanan, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik di Selat Bali,” kata Heri.
Baca Juga: Mudik Lebaran, Menteri LH Pastikan Terminal Siap Kelola Sampah
Sebagai catatan, pemerintah mengimbau untuk semua peserta mudik agar memperhatikan kondisi kesehatannya selalu prima selama perjalanan mudik.
“Kepada seluruh pemudik, kami turut mengimbau untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama perjalanan, beristirahat yang cukup, serta segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. Keselamatan jiwa adalah prioritas yang utama,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: