Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Bisa Abaikan Risiko, Ini Proyeksi Jepang Terkait Arah Suku Bunga Yen

        Tak Bisa Abaikan Risiko, Ini Proyeksi Jepang Terkait Arah Suku Bunga Yen Kredit Foto: Reuters/Kim Kyung-Hoon
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank of Japan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan yen di 0,75%. Namun ia tetap mempertahankan kecenderungan kebijakan moneter yang lebih ketat menyusul naiknya tekanan inflasi global akibat konflik di Timur Tengah.

        Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda menyatakan bahwa dewan kebijakan kini lebih fokus pada risiko kenaikan inflasi dibandingkan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ia menyoroti lonjakan harga minyak sebagai faktor utama yang dapat mendorong inflasi lebih tinggi karena  berpotensi menaikkan biaya impor dan tekanan pada daya beli masyarakat.

        Baca Juga: Bahlil Ajak Jepang Kelola Mineral Kritis dan Energi Nuklir Indonesia

        “Perhatian perlu diberikan pada dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap inflasi konsumen,” katanya, dikutip dari Reuters.

        Keputusan bank sentral sejalan dengan tren bank sentral global yang mulai berhati-hati terhadap inflasi. Federal Reserve dan Bank of Canada juga mempertahankan suku bunga, namun memberikan sinyal hawkish di tengah risiko inflasi akibat lonjakan harga energi.

        Ueda sendiri menyatakan bahwa keputusan kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung pada data terbaru, terutama dalam laporan proyeksi ekonomi dan inflasi yang akan dirilis pada April.

        Ia membuka peluang pengetatan kebijakan jika risiko inflasi terus meningkat menyusul konflik hingga lonjakan harga energi akibat perang dari Iran-Israel dan Amerika Serikat (AS).

        “Jika kami melihat risiko yang tidak bisa diabaikan, kami tidak menutup kemungkinan untuk mengubah kebijakan,” ujarnya.

        Baca Juga: Korea Utara Tuduh Jepang Siapkan Serangan dengan Rudal Jarak Jauh

        Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga yen dalam waktu dekat jika tekanan inflasi terus berlanjut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: