Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Masih Tertahan Teluk Arab, PIS Ungkap Kondisi 46 Kru Dua Kapal Pertamina

        Masih Tertahan Teluk Arab, PIS Ungkap Kondisi 46 Kru Dua Kapal Pertamina Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, menyebutkan dua kapal perusahaan hingga kini masih berada di kawasan Teluk Arab.

        Adapun dua kapal tersebut yakni kapal jenis VLCC (Very Large Crude Carrier) Pertamina Pride dan Kapal Motor Tanker (MT) Gamsunoro, yang merupakan kapal tanker minyak mentah tipe Long Range (LR).

        "Posisi kapal masih berada di Teluk," ujar Vega kepada Warta, Minggu (22/3/2026).

        Kapal VLCC Pertamina Pride diketahui membawa minyak mentah (light crude oil) dari Timur Tengah ke Tanah Air. Sementara itu, MT Gamsunoro tengah melayani konsumen pihak ketiga (third party).

        Meski masih berada di kawasan Teluk, Vega memastikan seluruh kru dari kedua kapal milik PIS dalam kondisi aman.

        "Posisi kru aman. Di sana ada 46 kru, untuk Pertamina Pride ada 23 orang, empat di antaranya WNI. Sementara untuk Gamsunoro terdapat 23 kru yang seluruhnya warga negara asing," tambahnya.

        Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proses negosiasi untuk mengeluarkan dua kapal Pertamina tersebut terus dilakukan bersama Pemerintah Iran.

        Kabar baiknya, Iran saat ini telah menerapkan kebijakan buka-tutup dan memperbolehkan kapal selain milik Israel dan Amerika Serikat untuk melintasi wilayah tersebut.

        Baca Juga: Pertamina Kawal Pemudik di Jalur Non-Tol Pantura Lewat Layanan Tambahan dan Program Budaya

        "Dalam negosiasi sekarang. Ini kan antreannya panjang, masih dalam proses negosiasi. Kasih kami waktu ya," ujar Bahlil.

        "Tapi kita sedikit mendapat angin segar, karena Selat Hormuz sudah mulai menerapkan kebijakan buka-tutup. Artinya, kapal-kapal dari negara selain Israel dan Amerika sudah bisa melakukan komunikasi. Ini sebenarnya perkembangan yang positif," tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: