Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kiyosaki Prediksi Bitcoin Tembus US$750.000, Ethereum US$95.000 Usai Krisis Global

        Kiyosaki Prediksi Bitcoin Tembus US$750.000, Ethereum US$95.000 Usai Krisis Global Kredit Foto: Unsplash/Jonathan Borba
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penulis Rich Dad Poor DadRobert Kiyosaki, memproyeksikan lonjakan tajam harga aset kripto setelah potensi krisis finansial global, dengan menyebut Bitcoin berpeluang mencapai US$750.000 dan Ethereum US$95.000 dalam satu tahun pasca crash.

        Ia menilai krisis bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan kepastian yang tinggal menunggu waktu.

        “Saya tidak tahu apa yang akan menjadi pemicu, peristiwa apa yang akan memecahkan gelembung terbesar dalam sejarah. Apa pun itu, pemicunya sudah dekat. Ini bukan soal jika, tapi kapan,” tulisnya, melalui akun X-nya beberapa waktu lalu, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi pecahnya gelembung aset global.

        Kiyosaki menyebut bahwa setelah gelembung pecah, harga aset akan mengalami lonjakan signifikan. Ia memperkirakan emas akan mencapai US$35.000 per ons, perak US$200 per ons, Bitcoin US$750.000 per koin, dan Ethereum US$95.000 dalam kurun satu tahun setelah krisis.

        “Saat gelembung pecah, saya memprediksi emas akan mencapai US$35.000 per ons dalam satu tahun setelahnya. Saya memprediksi perak mencapai US$200 per ons. Saya memprediksi Bitcoin mencapai US$750.000 per koin dalam satu tahun setelah crash. Dan saya memprediksi Ethereum mencapai US$95.000,” tulisnya.

        Dari sisi ekonomi, pernyataan ini muncul di tengah tekanan makro global, termasuk lonjakan utang, ketidakpastian kebijakan moneter, serta volatilitas pasar keuangan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

        Kiyosaki menilai sistem keuangan global saat ini berada dalam kondisi gelembung besar akibat akumulasi likuiditas dan ekspansi utang, yang berpotensi memicu koreksi tajam lintas aset.

        Ia juga mengaitkan potensi krisis dengan pola siklus ekonomi global, di mana periode ekspansi panjang biasanya diikuti oleh kontraksi signifikan.

        Dalam konteks pasar kripto, proyeksi tersebut mengindikasikan skenario di mana investor beralih ke aset alternatif setelah krisis, mendorong kenaikan harga secara agresif.

        Saat ini, harga Bitcoin masih berada di kisaran US$70.000-an, sementara Ethereum berada di level sekitar US$2.000-US$3.000, jauh di bawah proyeksi yang disampaikan Kiyosaki.

        Baca Juga: Warren Buffett Lepas Saham dan Timbun Uang Tunai, Siapkan Dana Besar Hadapi Gejolak Pasar

        Baca Juga: IHSG Anjlok? Ini Tips Investasi Saham Biar Tetap Aman

        Baca Juga: Muhammadiyah Fatwakan Kripto Sah sebagai Aset Investasi

        Jika skenario tersebut terjadi, kapitalisasi pasar aset kripto berpotensi meningkat drastis dalam waktu singkat, seiring masuknya aliran dana pasca-krisis.

        Kiyosaki menutup pernyataannya dengan mempertanyakan proyeksi harga aset setelah krisis finansial global berikutnya.

        “Apa menurut Anda harga akan seperti apa satu tahun setelah krisis finansial global berikutnya? Saatnya menjadi lebih kaya?” tulisnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: