Kredit Foto: Unsplash/Yigit Ali Atasoy
Harga Bitcoin (BTC) kembali turun di bawah level psikologis US$70.000 dalam 24 jam terakhir. Aset kripto terbesar itu melemah 2,30% ke posisi US$67.300 atau sekitar Rp1,13 miliar pada pukul 08:00 WIB di tengah tekanan pasar global dan aksi deleveraging besar-besaran di pasar derivatif.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, penurunan tersebut turut menekan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan yang terkoreksi 1,65% menjadi US$2,30 triliun. Sementara, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) berada di level 59%, mencerminkan pergeseran arus modal di tengah volatilitas tinggi.
"Dominasi pasar BTC (BTC.D) kini berada di level 59%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto juga melemah -1,65% menjadi ke level $2,30 triliun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (18/2/2026).
Panji menjelaskan, pelemahan Bitcoin terjadi seiring turunnya sektor saham teknologi di Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian pasar. Tercatat, Indeks Fear and Greed merosot ke level 10 atau kategori Extreme Fear, menandakan tekanan psikologis investor yang signifikan.
Baca Juga: Bitcoin Bearish, Pemulihan Dinilai Tak Akan Terjadi Cepat
Di pasar derivatif, Open Interest anjlok 55% menjadi US$44 miliar. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak April 2023 dan menunjukkan para trader memangkas leverage secara masif. Kondisi tersebut memperbesar tekanan jual dalam jangka pendek.
Di tengah pelemahan harga, institusi Strategy justru menambah kepemilikan 2.486 BTC senilai US$168,4 juta pada harga rata-rata US$67.710. Aksi ini meningkatkan total kepemilikan mereka menjadi 717.131 BTC.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: