Kredit Foto: PLN
Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov mengatakan penggunaan kendaraan listrik selama periode 2021–2025 telah menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekitar 218 juta liter.
Penghematan tersebut berasal dari konsumsi listrik kendaraan listrik yang mencapai 328 juta kilowatt hour (kWh) sepanjang periode tersebut. Angka tersebut kemudian dikonversi ke ekuivalen konsumsi BBM.
“Selama tahun 2021 sampai 2025 ya data penjualan listrik untuk kendaraan EV ini itu mencapai 328 juta kWh. Ya kalau kita konversi menjadi BBM itu dengan asumsi 1,5 kilowatt hour setara dengan 1 liter BBM itu paling tidak bisa ada penghematan sekitar 218 juta liter BBM ya atau setara dengan 1,3 juta barel,” ujar Abra di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Baca Juga: TNI Tekan Konsumsi BBM, Hari Kerja Dipangkas Jadi 4 Hari
Ia mengatakan, penghematan tersebut mencerminkan mulai meningkatnya kontribusi kendaraan listrik dalam menekan konsumsi BBM nasional, seiring bertambahnya penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri.
Menurut dia, tren tersebut juga didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong transisi energi di sektor transportasi, termasuk program konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik serta pemberian insentif fiskal untuk pembelian kendaraan listrik.
Selain sektor transportasi, Abra menyebut upaya pengurangan konsumsi BBM juga dilakukan melalui sektor rumah tangga, antara lain melalui penggunaan kompor listrik atau kompor induksi.
“Dan di dapur, di rumah pemerintah menggalangkan penggunaan kompor listrik ataupun kompor induksi. Itu menjadi bagian strategi saya pikir untuk mengurangi tekanan di sisi demand untuk mengurangi konsumsi BBM tadi,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Istihanah