Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Habis Lebaran Terbitlah Tren Merantau: Siap Mental Hadapi Ibu Kota?

        Habis Lebaran Terbitlah Tren Merantau: Siap Mental Hadapi Ibu Kota? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi mengingatkan para pendatang agar tidak datang ke Jakarta tanpa persiapan matang.

        Hal itu dikatakannya posisi Jakarta masih menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin mencari pekerjaan dan memperbaiki taraf hidup, apalagi biasanya urbanisasi semakin deras usai Lebaran.

        Kader PKS ini mengingatkan pentingnya bekal keterampilan, kepastian pekerjaan, serta kesiapan ekonomi sebelum memutuskan merantau ke Ibukota.

        "Jakarta memang masih menjadi primadona, tetapi kita harus realistis karena hidup di kota ini tidaklah mudah. Pendatang harus datang dengan rencana yang jelas, bukan sekadar berharap keberuntungan," ujarnya, Rabu (25/3).

        Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Terapkan WFA Terbatas bagi ASN Usai Libur Lebaran

        Menurutnya, arus pendatang yang tidak terencana justru berpotensi menambah persoalan baru di perkotaan. Mulai dari meningkatnya angka pengangguran hingga munculnya permukiman tidak layak huni yang dapat memperburuk kualitas lingkungan dan tata kota.

        Nabilah mendorong agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat sistem pendataan serta pengawasan administrasi kependudukan.

        Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tetap menjadi kota yang inklusif dan terbuka bagi siapa saja. Ia memastikan Pemprov DKI tidak akan menggelar operasi yustisi terhadap pendatang baru yang datang ke ibu kota.

        Menurut Pramono, Jakarta terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin datang maupun kembali ke ibu kota. “Saat kembali ke Jakarta, tentunya sebagai Pemerintah DKI Jakarta kami mengharapkan siapa pun yang akan kembali dan masuk Jakarta, Jakarta terbuka," ujarnya.

        Meski demikian, Pramono mengingatkan para pendatang agar memiliki keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja. Ia menilai kehidupan di Jakarta tidak selalu mudah seperti yang sering dibayangkan banyak orang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: