Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Otoritas Jasa Keuangan menegaskan komitmennya memperkuat pasar modal Indonesia sebagai instrumen investasi utama yang menjanjikan dalam jangka menengah hingga panjang, di tengah upaya peningkatan daya saing sektor keuangan domestik.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bursa saham domestik masih memiliki potensi besar sebagai alternatif investasi dibandingkan instrumen keuangan lainnya.
“Kami tentu secara jangka menengah panjang terus akan memastikan bahwa bursa saham kita memiliki potensi yang sangat menjanjikan sebagai sarana alternatif investasi terbaik di luar instrumen keuangan lainnya di tanah air,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Untuk mendorong akselerasi tersebut, OJK menyiapkan lima klaster strategi, yakni integrasi, granularitas, likuiditas, transparansi, dan akuntabilitas. Kelima klaster tersebut diarahkan untuk membangun pasar modal yang terpercaya, modern, likuid, dan berdaya saing.
“Nah tentu salah satunya adalah integritas ini,” kata Hasan.
Selain penguatan integritas, OJK juga mendorong peningkatan likuiditas pasar secara menyeluruh. Upaya ini mencakup penguatan sisi supply dan demand, serta modernisasi infrastruktur pasar modal guna meningkatkan efisiensi dan daya tarik bagi investor.
Dari sisi kebijakan, OJK menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga agar arah pengembangan pasar modal sejalan dengan agenda nasional. Koordinasi dilakukan dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta Lembaga Penjamin Simpanan.
“Kebijakan akan kami dorong terus supaya selaras dengan kebijakan dan agenda-agenda prioritas program nasional maupun di dalam koridor KSSK,” jelasnya.
Baca Juga: OJK Bentuk Badan Pengembangan Instrumen Keuangan, Tinggal Tungu PP
Baca Juga: Era Baru OJK Dimulai, Friderica Resmi Pimpin Otoritas Jasa Keuangan
Baca Juga: Bank Jumbo Kena Outlook Negatif, OJK Jamin Fundamental Aman
Sebelumnya, Hasan juga memaparkan kerangka strategis bertajuk “Integralitas” sebagai upaya reformasi menyeluruh sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon. Kerangka tersebut akan menjadi payung kebijakan untuk mengorkestrasi delapan rencana aksi reformasi yang dikelompokkan dalam lima klaster utama.
“Kerangka ini menjadi payung kebijakan yang akan mengorkestrasi delapan rencana aksi reformasi integritas pasar dan dikelompokkan dalam lima klaster utama,” ujarnya saat uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (11/3/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: